BrebesNews.Co 14 January 2013 Read More →

Diekplorasi, Potensi Panas Bumi di Brebes Jateng

Potensi Panas Bumi di Brebes Jateng

Potensi Panas Bumi di Brebes Jateng

LENSAINDONESIA.COM: PT Trinergy melalui PT Sejahtera Alam Energy (PT SAE), sebagai perusahaan pelaksana pengembangan potensi panas bumi, tahun 2013 ini akan mengucurkan dana hingga US$ 40 juta untuk pembangunan infrastruktur dan pemboran eksplorasi di daerah Batu Raden Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Direktur Utama PT SAE, A. Nugraha menjelaskan, rencana kegiatan utama PT SAE di tahun 2013 yakni, April 2013 akan mulai melakukan pembangunan Infrastruktur terlebih dahulu dengan anggaran belanja sebesar US$ 16 juta, total anggaran sebesar US$ 40 juta.

Kemudian Oktober 2013 melakukan pemboran eksplorasi, yang dilanjutkan dengan pemboran eksploitasi. Sehingga, target tahun 2017, PT SAE siap berproduksi, dengan pembeli utama PT PLN (berkontrak).

“April 2013 kami akan melakukan pembangunan infrastruktur dan Oktober 2013 kami melakukan pemboran eksplorasi. Awalnya investasi kita US$ 8 juta sampai sekarang, tahun ini saja US$ 16 juta, jadi total US$ 37 juta dan cadangan anggaran pendukung US$ 40 juta,” terang Nugraha Juanda kepada LICOM di Jakarta, Jumat (11/01/2013).

Nugaraha menambahkan, dana yang akan dikucurkan bersumber dari kas internal perseroan. Perseroan juga telah menandatangani perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement /PPA) untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Baturraden dengan PT PLN (Persero) sebesar US$ 9,47 sen per kWh.

PT SAE akan membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 220 MWe melalui tiga tahap pengembangan. Yaitu tahap pertama, akan dibangun sebesar 110 MWe dengan rencana waktu pengoperasian (commercial operation date/COD) pada 2017.

Kemudian, tahap kedua, dibangun PLTP kapasitas 77 MWe dengan rencana COD pada 2019. Tahap ketiga, pembangunan PLTP kapasitas 44 MWe dengan COD pada 2021. Nugaraha memaparkan, sebelumnya, pencapaian PT SAE selama tahun 2011 meliputi:

– Pengembangan Panas Bumi Baturraden masuk ke RUPTL dan Percepatan 10.000 Mega Watt tahap II.
– Masuknya rencana pengembangan Panasbumi WKP Baturraden dalam RTRW Kab. Banyumas dan Brebes.
– Terbitnya surat rekomendasi penggunaan kawasan Hutan dari Bupati Brebes dan Banyumas.
– Terbitnya surat rekomendasi penggunaan kawasan Hutan dari Gubernur Provinsi Jawa Tengah.
– Terbitnya Pertimbangan teknis dari Direktur Panas Bumi – Dirjen EBTKE.
– IUKUS dari Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan.
– Rekomendasi Dokumen UKL/UPL oleh BLH Pemprof Jawa Tengah.
– Regulasi Pemerintah Pusat untuk pengembangan Listrik dengan Panas Bumi.
– Pembahasan Draft PPA bersama PT. PLN.

Sedangkan pencapaian PT SAE pada tahun 2012 meliputi:
– Telah melaksanakan Topografi Detail.
– Menyelesaikan Detail Engineering Design.
– Menyelesaikan Program Drilling Eksplorasi.
– Menyelesaikan Daftar RKBI (Rencana Kebutuhan Barang Import).
– Mendapatkan Ijin Penggunaan Kawasan Hutan dari Menteri Kehutanan, yang segera dilanjutkan dengan pemasangan patok batas dan penghitungan tegakan.
– Mencapai kesepakatan Nilai Ganti Rugi dan Sewa Penggunaan Lahan PTPN IX.
– Mendapatkan Rekomendasi Hasil Kajian Teknis Ijin Penggunaan dan Pemanfaatan Air Permukaan untuk pemboran Eksplorasi dari BPSDA Serayu Citanduy, dan Rekomendasi dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kab. Banyumas.
– Menyelesaikan isu utama yang ada dalam PPA bersama PT. PLN.

Nugraha mengakui minat Pemerintah besar begitu juga investor asing. Maka dari itu meski sempat gagal dengan investor dalam negeri yaitu PT Adaro, pihaknya nanti berencana akan menggandeng investor asing yang kini masih dalam proses penjajakan diantaranya dari Islandia, Prancis, Jerman, dan AS. Total pembangunan proyek panas bumi tersebut diprediksi sebesar 800 hingga US$ 900 juta.

“Sampai sekarang PT SAE sudah komit dan jalan sendiri, progres 2012 sangat signifikan kita mendapatkan izin penggunaan kawasan hutan dari menteri Kehutanan, mencapai kesepakatan nilai ganti rugi dan sewa penggunaan lahan PTPN IX, dan mendapatkan rekomendasi hasil kajian teknis izin penggunaan dan pemanfaatan air permukaan. Kita nggak mau situasi kita dengan Adaro menghambat. Padahal sampai tarif kita ngasih 9,47 sen tapi pemerintah kasih 11 sen,” pungkasnya. @Lysistrata

Editor: Rizal Hasan

Sumber : Lensa Indonesia

Posted in: Industri