BrebesNews.Co 17 January 2013 Read More →

Keramik Brebes Tak Kalah Bersaing dengan Buatan Cina

tokLENSAINDONESIA.COM: Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dikenal sebagai sentra kerajinan keramik hias. Keramik hias Desa Malahayu bahkan diminati para kolektor dari luar daerah, karena bentuknya yang artistik menyerupai keramik buatan Cina.

Inilah salah satu tempat produksi keramik hias di Desa Malahayu. Ditempat ini dapat dijumpai berbagai bentuk keramik hias dengan motif dan ukuran beragam. Misalnya bentuk pot bunga hingga guci hias khas Cina dari ukuran kecil hingga ukuran besar setinggi orang dewasa.

Hj, Idza Priyanti, Bupati Brebes, ditemui LICOM saat mengunjungi lokasi sentra pembuatan keramik, mengungkapkan, Pada awalnya para perajin keramik di Desa Malahayu hanyalah perajin gerabah atau produk rumah tangga dari tanah liat seperti tempayan, kuali dan kendi.

“Seiring perkembangan jaman, para perajin terus mengembangkan diri hingga akhirnya memproduksi keramik,” ujarnya.

Dari sisi bentuk dan motif, produk keramik hias Desa Malahayu tidak kalah dengan keramik Cina. “Bentuknya yang artistik dengan corak motif beragam menjadikan keramik hias produksi Desa Malahayu diminati para kolektor dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung dan Medan,” tambahnya.

“Kami akan memberikan tempat atau semacam Galery untuk para perajin keramik ini guna mempermudah dijumpai dan juga membantu penjualan keramik malahayu ini,” ungkapnya.

Sementara kita tau akses jalan menuju ke sentra pengrajin keramik ini cukup jauh. Jadi banyak warga atau pendatang bahkan para wisatawan yaang berkunjung ke Brebes ini, tidak mengetahui dimana lokasi pengrajin tersebut, jika kami tata dan garap secara serius, dipastikan banyak para wisatawan yang singgah dan tentunya membeli keramik prodak malahayu ini untuk cindera mata bahkan untuk sovenir,

“Kita akan hiasi Kabupaten Brebes ini dengan Keramik yang indah – indah ini, tentunya yang juga bernilai jual tinggi,” paparnya.

Kanafi, salah seorang pengrajin mengatakan, Kerajinan keramik hias Desa Malahayu selain dipasarkan di kota-kota besar di Jawa, juga dipasarkan keluar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sedangkan untuk menembus pasaran luar negeri, para pengrajin mengaku tidak memiliki modal yang cukup.

Prodak keramik garapan kami juga sangat berani bersaing dengan keramik buatan Cina. kami para pengrajin berharap agar Pemerintah Kabupaten Brebes segera memberikan bantuan permodalan serta memberikan ytempat atau jaringan untuk pemasaran keluar negeri agar keramik Malahayu ini terkenal diseantero jagad raya,pungkasnya

Sementara itu jika dilihat dari proses pembuatannya, Bahan baku pembuatan keramik ini menggunakan tanah liat dicampur kaulin. Proses pembuatannya, tanah liat dilarutkan kedalam air lalu disaring untuk menghasilkan tanah yang lembut dan halus. Tanah liat kemudian dicampur kaulin dan dimasukkan ke mesin penggiling hingga halus.

Campuran tanah liat dan kaulin yang telah dihaluskan ini kemudian dibuat keramik sesuai bentuk yang diinginkan dan dijemur. Proses selanjutnya, keramik polos yang telah dikering diberi cat dasar digambari motif lalu dilapisi glasir agar mengkilat.

Proses selanjutnya, keramik setengah jadi ini dimasak dalam oven raksasa sampai benar-benar matang. Harga produk keramik hias Desa Malahayu berfariasi, dari harga asbak paling murah Rp.7000 hingga harga guci besar yang mencapai harga Rp.1 Juta perbuahnya.@Boy Gunawan

Editor: Catur Prasetya

Sumber : Lensa Indonesia