BrebesNews.Co 25 January 2013 Read More →

LONG MARCH PETANI BLITAR TIBA DI BREBES

petani blitarBREBESNEWS.CO -Setelah dua minggu berjalan kaki, ratusan petani Blitar, Jawa Timur, sudah menginjakkan kaki di Brebes, Jawa Tengah, tadi malam (24/1). Mereka langsung ditampung di kantor LSM Gebrak Brebes.

Para petani yang tergabung dalam Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM) ini memasuki kota Brebes sekitar pukul 18.30 WIB. Setengah jam kemudian, para petani dikunjungi oleh Bupati Brebes, Idza Priyanti.

Idza pun menyatakan dukungan terhadap perjuangan petani. “Pada intinya, beliau (Idza Priyanti) sangat mendukung perjuangan petani. Ia berharap konflik agraria segera diselesaikan,” ujar Trianto, koordinator FPPM kepada Berdikari Online.

Tak hanya itu, kata Trianto, Idza juga menyatakan dukungan terhadap tuntutan petani terkait pelaksanaan pasal 33 UUD 1945. “Beliau setuju perjuangan kita menegakkan pasal 33 UUD 1945. Agar sumber daya alam, termasuk tanah, digunakan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Trianto.

Usai kunjungan Bupati Brebes, giliran 80-an petani Brebes mengunjungi petani. Tak hanya memberi dukungan, petani Brebes ini mengajak berdiskusi soal konflik agraria. Maklum, beberapa diantara mereka terjerat konflik agraria.

Didukung banyak organisasi

Dalam aksi long march hari ke-14 kemarin, petani Blitar memulai aksinya dari kantor Partai Rakyat Demokratik (PRD) di desa Nyamplung Sari, Kecamatan Petarukan, Pemalang.

Aksi para petani Blitar dari Pemalang ke Brebes langsung dikawal oleh tiga organisasi rakyat, yakni Partai Rakyat Demokratik (PRD), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Siang hari, mereka memasuki kota Tegal, Jawa Tengah. Mereka disambut oleh pengurus DPC Gerindra Tegal. Pengurus Gerindra pun memberi bantuan logistik berupa air minum, nasi kotak, dan obat-obatan.

Dalam perjalanan menuju Brebes, petani diguyur hujan deras. Meski begitu, langkah petani tak terhenti. Malahan, untuk menambah semangat juang, mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Jumlah peserta aksi jalan kaki yang bertahan sebanyak 112 orang. Beberapa petani dipulangkan karena kondisi kesehatan yang sangat merosok. Sementara sebagian peserta aksi yang masih tersisa umumnya diserang flu dan demam.

“Kondisi di jalan kita banyak diguyur hujan. Karenanya, banyak petani diserang demam dan flu. Beberapa diantaranya terpaksa dibawa ke Rumah Sakit,” ungkap Trianto.

Hari ini, Jumat (25/1), petani akan melanjutkan perjalanan menuju Istana Negara di Jakarta. Hari ini mereka menargetkan akan mencapai kota Cirebon, Jawa Barat. (ilmie)

Posted in: Pertanian