BrebesNews.Co 14 January 2013 Read More →

Proyek Jalingkut Brebes-Tegal Molor, Warga Rugi Miliaran Rupiah

BREBES, suaramerdeka.com –Puluhan warga dari empat desa, di Kecamatan/Kabupaten Brebes, bersama aktivis lingkungan hidup Mas Jaka Brebes, menggelar demonstrasi di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes-Tegal, Senin (14/1). Mereka melakukan aksi treatikal dan membakar ban bekas di tengah Jalingktu yang tak kunjung selesai tersebut.

Warga perwakilan dari Kelurahan Limbangan Wetan, Limbangan Kulon, Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan itu menuntut proyek Jalingkut sepanjang 17,1 kilometer harus diselesaikan tepat waktu. Yakni, 2 Mei 2013 mendatang.

Mereka juga mendesak Bina Marga bersikap tegas terhadap rekanan. Jika pekerjaan tak selesai sesuai kontrak, rekanan harus diputus dan jangan mau diperpanjang lagi. Sebab, proyek Jalingkut sudah dimulai sejak 2010 lalu. Bahkan, sudah mengalami perpanjangan waktu pengerjaannya sekali, tetapi hingga kini belum selesai.

Aksi warga itu dilakukan tepatnya di Jalingkut ruas Desa Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes. Mereka mendatangi proyek yang memakan anggaran hingga ratusan miliar tersebut sekitar pukul 10.00. Selain berorasi, warga bersama LSM juga melakukan aksi teatrikal, mengambarkan kesewenang-wenangan rekanan dalam mengerjakan proyek tersebut. Bahkan, dalam treatikal itu beberapa
pendemo nekat terjun bebas di Sungai Sigeleng.

Puncaknya, warga beramai-ramai membakar ban mobil di tengah Jalingkut. Meski aksi demo berlangsung damai, tetapi mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polres Brebes.

“Kami berunjukrasa karena sudah sangat muak dengan proyek Jalingkut ini. Sudah dua tahun lebih dikerjakan, tetapi tak kunjung selesai. Imbas proyek Jalingkut ini warga kami yang sengsara dan harus menanggung kerugian hingga miliaran rupiah,” tandas Abdul Aris As’saad, koordinator aksi warga tersebut.

Dia mengungkapkan, tak kunjung selesainya Jalingkut itu, berimbas kemacetan di jalur pantura tidak teratasi. Padahal, fungsi utama Jalingkut untuk mengurai kemacetan di jalur pantura. Di samping itu, keberadaan proyek Jalingkut juga memicu terjadinya banjir, yang mengenangi ratusan rumah warga, areal tanaman bawang dan tambak.

Di Kelurahan Limbangan Kulon dan Limbangan Wetan, ratusan rumah dan puluhan rektare tanaman bawang kebanjiran. Itu dipicu karena alur Sungai Sigeleng tidak lancar akibat tertutup gorong-gorong proyek Jalingkut. Tak hanya itu, ratusan hektare tambak juga ikut terendam. “Ini yang membuat warga marah,” tegasnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Jalingkut Brebes-Tegal, Sumarjono menjelaskan, pihaknya akan terus mengupayakan agar pekerjaan selesai tepat waktu sesuai kontrak. Meski demikian, hal itu dinilai sangat berat dan pihaknya tidak yakin selesai tepat waktu. Sebab, kondisi pekerjaan fisik di lapangan baru 44 persen.

“Kami akan terus desak agar rekanan mengebut pekerjaannya. Kami juga tidak menerima perpanjangan lagi. Yang jelas, sementara ini harus selesai awal Maret,” jelasnya.

( Bayu Setiawan / CN15 / JBSM )

Sumber : Suara Merdeka Cyber News

Posted in: Ekonomi & Bisnis