BrebesNews.Co 14 January 2013 Read More →

Sindikat Pemalsuan Akte Kelahiran di Brebes Terbongkar

BREBES, suaramerdeka.com – Jajaran Polres Brebes berhasil membongkar sindikat pemalsuan akte kelahiran, Kamis (10/1). Seorang pelaku yang merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Brebes diamankan polisi berserta sejumlah barang bukti. Tersangka adalah Gunawan (58), warga Jalan KH Akhmad Dahlan, Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan/Kabupaten Brebes.

Tersangka diketahui telah memalsukan sekitar 1.000 dokumen akte kelahiran, dalam kurung waktu setahun terakhir. Kasap mata, bentuk akte kelahiran yang diduga dipalsukan tersangka itu sama persis dengan aslinya. Namun, dari dokumen akte kelahiran itu ternyata nomer serinya tidak tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Brebes, sebagai instansi yang berwenang mengeluarga akte kelahiran.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita satu unit komputer dan printer. Kemudian, 22 lembar blangko akte kelahiran kosong, 24 lembar akte kelahiran yang sudah jadi, dan 6 buah stempel. Semua barang bukti itu didapat petugas, saat melakukan penangkapan tersangka di rumahnya.

Kapolres Brebes H Kif Aminanto melalui Waka Polres Brebes, Kompol Rio Tangkari mengatakan, terbongkarnya kasus dugaan pemalsuan akte kelahiran palsu itu, berawal dari seorang warga yang mempunyai akte kelahiran buatan tersangka, yang hendak melegalisasi ke Dinas Kependudukan Catatan Sipil Pemkab Brebes.

Setelah berkas dicek, ternyata nomor seri akter kelahiranya tidak teregristasi atau tidak tercatat di instansi tersebut. Usai itu, warga kemudian melaporkannya ke Polres untuk ditindaklanjuti.

“Dari laporan ini, kami langsung tindak lanjuti. Dari hasil pemeriksaan sementara dugaan adanya pemalsuan dokumen sangat kuat. Kami kemudian melakukan penangkapan tersangka di rumahnya. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti,” ungkapnya.

Dari pengakuan tersangka, lanjut dia, dalam praktiknya itu setempel dinas terkait dan tanda tangan pejabat berwenang dalam lembar dokumen akte kelahiran dipalsukan. Sedangkan blangko akte kelahiran tidak dicetak tersangka sendiri, melainkan didapat saat tersangka masih aktif bekerja di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Brebes.

“Kasus ini masih kami perdalam. Dari hasil pemeriksan sementara, tersangka melakukannya seorang diri. Kami juga telah mengirimkan dokumen akte kelahiran yang diduga palsu dan akte kelahiran asli untuk dilakukan uji laboratorium di Polda Jateng,” terangnya.

Di depan petugas, tersangka Gunawan (58) mengku, praktik pemalsuan akte kelahiran sudah dilakukannya sejak awal tahun 2012. Itu berawal ketika masih aktif dinas dan kerap membantu warga dalam membuat akte kelahiran. “Pembuatan satu akte kelahiran ini biayanya antara Rp 200.000 – Rp 250.000. Warga yang mau membuat datang sendiri ke rumah saya,” akunya.

( Bayu Setiawan / CN31 / JBSM )

Sumber : Suara Merdeka Cyber News

Posted in: Kriminal