BrebesNews.Co 8 January 2013 Read More →

Terendam Banjir, Petani Bawang di Brebes Terpaksa Panen Dini

BREBES, suaramerdeka.com – Banjir akibat tingginya curah hujan di wilayah pantura Kabupaten Brebes dalam sebulan terakhir, memaksa para petani bawang merah di daerah tersebut memanen dini tanamannya. Itu dilakukan petani agar mereka tidak menderita kerugian lebih besar. Sebab, banjir yang merendam areal pertanian bawang menyebabkan tanaman rusak dan mengancam gagal panen.

Areal tanaman bawang yang terpaksa di panen dini itu tersebar di beberapa desa/kelurahan, di Kecamatan Brebes dan Wanasari. Di Kecamatan Brebes misalnya, panen dini bawang terpaksa dilakukan petani di Kelurahan Limbangan Wetan, Kelurahan Limbangan Kulon dan Kelurahan Pasarbatang. Sedangan di Kecamatan Wanasari, panen dini terjadi di Desa Siasem dan Desa Wanasari.

Tomi (38), petani bawang asal Desa Siasem, Kecamatan Wanasari menuturkan, saat kondisi normal, mestinya tanaman bawang merah baru akan dipanen ketika berusia 55-60 hari. Namun, saat ini baru rata-rata berusia 40 hari, petani terpaksa memanennya karena tanaman bawang terendam banjir.

Jika tanaman dibiarkan kebanjiran akan busuk dan imbasnya petani gagal panen. Kerugian yang diderita juga semakin besar. Sementara, bila dipanen dini petani masih bisa mendapatkan sedikit hasil, meski merugi.

“Akibat terendam banjir ini, ada 10 ha lebih tanaman bawang di desa saya terpaksa dipanen dini. Ini demi menghindari kerugian yang lebih besar,” ujarnya, Selasa (8/1) .

Menurut dia, petani berani memanen dini karena masih ada peluang untuk menjual hasilnya. Sebab, saat ini harga bawang sedang tinggi di kisaran Rp 10.000/kg untuk kualitas super lokal. Apalagi, permintaan bawang jenis rogolan juga sedang tinggi. “Hanya ini yang bisa menolong kami, agar tidak menderita kerugian,” tandasnya.

( Bayu Setiawan / CN31 / JBSM )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/01/08/140813/Terendam-Banjir-Petani-Bawang-di-Brebes-Terpaksa-Panen-Dini

Posted in: Hukum