BrebesNews.Co 1 February 2013 Read More →

ABMI dan Petani Minta Impor Bawang Merah Untuk 2 Bulan Ke Depan

bawangBREBESNEWS.CO – Ketika pemerintah menghentikan larangan sementara impor sejumlah produk hortikultura. Sebaliknya petani dan Asosiasi Petani Bawang Merah Indonesia (APBMI) Brebes Jawa Tengah sepakat agar keran impor dibuka untuk dua bulan ke depan. Alasannya, produksi disentra bawang merah di Jateng merosot drastis. Selama musim hujan ini sekitar 75 persen lahan untuk tanaman bawang merah ganti komoditas tanaman padi.

“Kita, para petani dan APBMI sudah sepakat impor bawang merah dibuka untuk mencukupi kebutuhan bawang merah dalam negeri serta menekan harga,” kata Ketua APBMI Juwari Kamis (31/1).

Sinyal untuk impor lantaran sentra produksi bawang merah seperi Brebes dan Tegal sangat terbatas, produksinya tidak mampu menutup kebutuhan pasar dalam negeri.

Menurutnya selama musim hujan, lahan tanaman bawang merah diganti komoditas tanaman padi. Dari total areal lahan 2.000 hektare (ha) lahan yang ditanami bawang merah tinggal 500 ha. Musim paceklik ini diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan ke depan, Februari – Maret.

“Lahan yang sedang ditanami bawang merah oleh petani tinggal 500 hektare dari total lahan bawang merah di Brebes dan sekitarna Januari mencapai 1.000 hektare. Separuh dari luasan lahan yang ada pada awal tahun terendam air, menyebabkan gagal panen,” ujarnya.

Minimnya produksi bawang merah berdampak pada kenaikan harga pasar lokal saat ini ditingkat pedagang sudah menembus Rp 12 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 8.000 per kilogram sejak dua pekan terakhir.

Meski petani sudah membuka lampu hijau untuk impor, namun petani dan APBMI memberikan batasan kuota impor, masksimal hanya 6000 ton per bulan selama Februari dan Maret.

Alasan membatasi impor ini untuk mengantisipasi musim panen bagi petani bawang dalam negeri yang diperkirakan terjadi pada bulan Maret. “Kalau melebihi kuota, petani dirugikan lagi bawang impor nanti akan membanjiri pasar,”ujar Juwari. (august )

Posted in: Pertanian