BrebesNews.Co 25 February 2013 Read More →

Bupati Brebes Launching Mesin Absensi Sidik Jari

absensi 2BREBESNEWS.CO – Pemkab Brebes mulai 1 Maret 2013 akan menerapkan sistem absensi sidik jari elektronik. Hal ini sebagai salah satu upaya bentuk pengetatan kehadiran pegawai negeri sipil (PNS) meminimalisir kelalaian, dan bolos kerja.

Mesin absensi elektronik ini dilaunching langsung oleh Bupati Brebes, H Idza Priyanti SE usai apel pagi, Senin (25/02) di Halaman Kantor Bupati. Bupati menyampaikan bahwa absensi elektronik adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam penegakan disiplin kerja pegawai.

” Saya yakin, mesin absensi elektronik ini memiliki manfaat besar, utamanya dalam hal penegakkan disiplin pegawai,” tegasnya.

Bupati mengingatkan, bahwa kebutuhan data kehadiran pegawai yang akurat sangatlah penting sebagai basis data berbagai penerapan kebijakan, termasuk untuk menganalisa dari sisi kedisplinan. Bupati menegaskan bahwa kedisiplinan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar dalam melaksanakan tugas seorang pegawai negeri sipil.

Sementara itu (Plt). Kepala BKD Kabupaten Brebes, Dra. Lutfiatul Latifah melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes, Drs Atmo Tan Sidik menyampaikan bahwa saat ini ada 34 SKPD dilingkup Pemkab Brebes yang sudah terpasang mesin absensi elektronik. Dalam waktu dekat seluruh SKPD akan dipasang, termasuk kantor kecamatan. Sementara ini kantor kecamatan yang sudah terpasang adalah Kecamatan Brebes, Kecamatan Songgom, Kecamatan Jatibarang, Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Bulakamba.

Atmo juga menjelaskan bahwa dasar hukum penerapan mesin absensi sidik jari ini adalah PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Sanksinya jelas dan tegas terkait disiplin PNS,” ujar Atmo.

Mesin absensi sidik jari yang dimiliki Pemkab Brebes bekerja dengan sistem dual identification secara bergantian yaitu melalu proses pengenalan wajah atau dengan sentuh (sidik jari). Mesin ini memiliki kapasitas data pemakai hingga 7.500 sidik jari, 1.500 wajah serta waktu respon kurang lebih 1 detik. Data dari setiap mesin absensi ini juga terhubung langsung dengan server di BKD, sehingga analisa data pegawai akan lebih cepat dan akurat.

” Saya harap dengan adanya mesin ini, disiplin pegawai kita akan bertambah baik sehingga pelayanan terhadap publik semakin meningkat dan profesional,” ujar Bupati saat mencoba menekan ibu jarinya di alat absensi tersebut. (ilmie)

Posted in: Pemerintahan