By 16 February 2013

Dengan Program Percepatan, Akta Kelahiran Bisa Jadi Dalam Waktu 14 Hari

* H. Drs. Asmuni : Hindari Calo Pembuatan Akta kelahiran

asmuniBREBESNEWS.CO – Program percepatan pembuatan akta kelahiran segera dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Brebes 27 Februari 2013 mendatang. Diharapkan kendala yang selama ini dikeluhkan masyarakat teratasi dengan adanya program ini.

Menurut Kepala Disdukcapil Brebes, Drs Asmuni untuk kali pertama program ini akan dilaksanakan di Kecamatan Brebes. Setelah itu baru dilakukan secara bergilir di tiap-tiap kecamatan. .

Dia menuturkan, sebelum dilakukan ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi agar pengadilan bisa dilakukan di kecamatan. Selain itu jumlah pemohon paling sedikit 20 orang.
“Normatifnya sejumlah 20 orang, namun jika kondisi memaksa bisa saja dilakukan persidangan meski pemohon kurang dari jumlah tersebut,” jelasnya, Kepada BREBESNEWS.CO, jumat (15/2) dikantornya.

Setelah proses sidang selesai dan ada penetapan biasanya dalam jangka waktu 14 hari akta sudah jadi. Namun menurut dia, dinas akan berusaha agar bisa lebih cepat selesai.
“Sebagai bentuk pelayanan, sebelum 14 hari akta diusahakan sudah jadi. Tidak sampe sebulan lebih seperti biasanya,” tandasnya.

Program ini selain berguna untuk mempercepat proses pembuatan akta, juga sebagai media pembelajaran bagi masyarakat. Selama ini menurut dia, banyak warga yang takut bila harus mengikuti persidangan. Apalagi bila dilakukan di Kantor Pengadilan Negeri.

Namun dengan adanya sidang yang dilakukan di ruang berbeda seperti kantor kecamatan, maka masyarakat bisa melihat serta merasakan lebih dekat. Dengan demikian diharapkan mereka tidak lagi merasa takut dan canggung.

Terkait dengan adanya oknum/calo yang biasanya menguruskan pembuatan akta, Asmuni menuturkan, praktek percaloan tersebut akibat kebiasaan masyarakat. Selama ini mereka menuntut agar proses pembuatan akta dipercepat. Padahal ada sejumlah langkah yang harus ditempuh sesuai prosedur seperti proses sidang.

Akibatnya, bermunculan oknum yang berdalih bisa mempercepat jalannya proses tersebut dengan imbalan tertentu. Sayangnya, banyak masyarakat yang justru terjebak dan memanfaatkan jasa mereka.
“Jangan sampai ada lagi warga yang membuat akta tapi lewat calo,” tuturnya. (Agus Simpe)

Posted in: Pemerintahan