BrebesNews.Co 1 February 2013 Read More →

Disperindag Brebes Adakan Dialog Soal Keresahan PKL Alun-Alun

alun2*PKL sumbang retribusi PAD Brebes sebesar 3,5 milyar pe tahun

BREBESNEWS.CO – Menjawab keluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) diseputar Alun-alun Brebes, Jawa Tengah, terkait adanya sistem bongkar pasang tenda yang di gunakan PKL untuk berdagang, Dinas Perindutrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Brebes, adakan Dialog, bertempat di Pendopo Brebes,Jumat(1/2).

Keberatan PKL antaranya, mencakup sistem bongkar pasang yang memakan waktu cukup lama, serta membutuhkan lebih dari 2 orang dalam pemasangan tenda itu. Belum lagi usai berdagang, harus membawa pulang tenda, dan mengeluarkan ongkos maksimal Rp 20 ribu.

Menurut Kepala Disperindag H.Herman Ady SH,MH keluhan Para PKL prihal system bongkar pasang menjadi Polemik tersendiri. Padahal menurutnya, pemkab berupaya agar ketertiban dan kebersihan alun alun terjaga. Untuk memperoleh jalan keluar yang baik, pihaknya membuka pintu dialog dengan PKL agar tidak saling menyalahkan. dalam sesi dialog ini, Para Penjaja Kuliner itu menyepakati menggunakan terpal dan bambu.

”sementara sesuai kesepakatan antara PKL alun-alun dan pemerintah daerah, disepakati tenda yang digunakan memakai terpal dan bambu, biar ringan bongkar pasangnya, ” ungkap Herman Ady kepada BREBESNEWS.CO.

Seperti di ketahui Pedagang kaki lima (PKL) menymbang retribusi sekitar Rp3,65 milyar per tahun untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD ) Kabupaten Brebes. Retribusi ini dianggap cukup besar.
PKL Alun-alun Brebes, biasanya berdagang mulai pukul 3 sore hingga tengah malam. Karenanya, dengan tenda yang mudah dibongkar dan pasang ini Alun-alun Brebes akan tetap bersih. Selain itu, masing-masing tenda juga akan menjadi tanggungjawab pedagang, dari perawatan hingga penyimpanan. (Hendrik).

Posted in: Sosial