By 17 February 2013

H. Nasrudin : Pemkab Harusnya Perhatikan Sekolah Arab Juga

nasrudinBREBESNEWS.CO -Keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang dalam bahasa dulu dikatakan Sekolah Arab, atau sekolah agama yang biasanya diadakan siang hari setelah siswa belajar di sekolah nasional, tidak mendapatkan sentuhan sama sekali dari pemerintah. Padahal sekolah arab ini menjadi cikal bakal dari pendidikan nasional. Dengan pendirian madrasah diniyah (Madin) awaliyah, wustho maupun ulya membekali pondasi santri (siswa) untuk rela berjuang tanpa pamrih hanya mengharap ridlo Allah SWT.

“Tapi kenapa, tidak tersentuh pemerintah dan dianaktirikan,” gugat Anggota DPR RI H Nasrudin SH saat menyampaikan sambutan atas nama pembina Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes saat Halaqoh Menggagas Raperda Wajib Belajar Madrasah Diniyah se eks Karesidenan Pekalongan, di Islamic Centre Brebes, Jumat -Sabtu (15-16/2).

Untuk itu, perlu regulasi yang jelas agar Madin bisa di akui sebagai lembaga pendidikan yang setara dengan pendidikan formal lainnya. “Kita desak pemerintah agar Madin menjadi pra syarat untuk melanjutkan pendidikan formal. Warga Eks Karesidenan Pekalongan adalah mayoritas Islam, kenapa tidak berani mengambil regulasi yang mengutamakan kepentingan umat?” ungkit Anggota DPR-RI Asal Jatirokeh Brebes ini.

Selain itu, guru-guru Madin harusnya berpenampilan necis (gagah dan ayu) jangan nglokro, meskipun tidak digaji pemerintah. Sehingga para santri akan tertarik dan menambah semangat belajar di Madin. “Anak-anak itu tidak tahu kalau gurunya tidak punya duit, yang penting tampil menariklah untuk memberi semangat belajar siswa,” seloroh Nasrudin disambut ger hadirin.

Ketua FKDT Pusat Sumitro menjelaskan, Pemkab se Indonesia yang sudah memiliki Perda Madin baru 30-an. Pengelolaan dan perhatian yang cukup besar di Pemkab Sumedang dan untuk Jateng Cilacap meskipun belum ada Perda-nya. “Tahun ini, Cilacap mengalokasikan dana Rp 6,5 Milyar untuk bantuan Madin. Begitupun dengan FKDT diberi bantuan operasional 1 Milyar,” tutur Sumitro sembari mengusulkan agar Pemkab dan FKDT Brebes studi banding ke Cilacap.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut baik halaqoh yang digelar FKDT yang menandakan adanya gairah untuk mensyiarkan agama lewat bidang pendidikan agama. Bupati menyatakan, Pemkab Brebes selalu memperhatikan nasib guru dan juga madrasah diniyah. Bahkan perhatian Pemkab Brebes bertekad meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji, guru madin, imam mushola dan imam masjid. “Guru Madin, kami prioritas dalam dalam kebijakan enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes,” tuturnya.

Halaqoh diikuti para Pengurus FKDT dari Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kab Tegal, Kab Pemalang, Kota Pekalongan, Kab Pekalongan dan Kab Batang. Juga Ketua FKDT se Kabupaten Brebes. (Ilmie)

Posted in: Pendidikan