By 21 February 2013

Lagi, Warga Tidak Puas Hasil Pilkades, Massa Desa Prapag Lor Losari Tuntut Keadilan.

* Di duga terdapat penggelembungan suara sebanyak 301.

BREBESNEWS.CO – Lagi, karena tidak puas hasil pilkades, ratusan warga Desa Prapag Lor Losari Brebes lakukan aksi unjuk rasa di depan halaman kantor Kecamatan Losari Kamis (21/2). Mereka menuntut kepada pemkab maupun kecamatan agar mengusut pelanggaran ataupun kecurangan yang di duga dilakukan panitia pemilihan kepala desa beberapa hari lalu.

Kecurangan ini diduga dilakukan guna memenangkan salah satu calon yang sekarang terpilih menjadi kepala desa, Fahrudin Andesraka. Pilkades Desa Prapag Lor yang berlangsung 19 februari, diikuti oleh dua calon, yaitu Abdul Aji dan Fahrudin Andesraka

demo desa

Menurut koordinator aksi, Sukendar kecurangan yang dilakukan berupa penggelembungan suara. Ada ketidaksesuaian surat suara baik yang sudah dipakai maupun belum. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan tim-nya terdapat selisih suara yang cukup besar berjumlah 301.
“Saya mengitung, saat terakhir orang melakukan pencoblosan jumlahnya 3516 ,namun setelah kotak suara dibuka tenyata jumlahnya menjadi 3817,” tuturnya.

Selain itu panitia yang bernama Daryono dan Kusmaedi menekan saksi agar menandatangani kertas pleno besar maupun kecil sebelum proses pengitungan dimulai. Panitia tersebut melakukan intimidasi dengan cara menakut-nakuti. “Panitia mengatakan jika ada keributan maka saksi harus bertanggungjawab, sehingga akhirnya mereka mau memberikan tandatangan” jelasnya.
Sukendar yang juga merupakan Tim Sukses dari Abdul Aji, menuturkan, panitia juga terbukti kurang kontrol dalam bertugas. Hal ini terbukti ada warga dari desa lain yang ikut melakukan pencoblosan di Desa Prapag Lor. ” Berdasarkan temuan tim kami, jumlahnya juga tidak sedikit,” terangnya.

Sementara itu kuasa hukum Abdul Aji , Herman,SH menuturkan sedang menyusun gugatan keberatan yang akan segera dikirimkan ke bupati. Apabila jawabannya memuaskan maka hal tersebut merupakan sebuah kemenangan. Namun jika tidak sesuai dengan harapan maka kasus ini akan diteruskan hingga pengadilan.

Camat Losari Supriyadi menjelaskan sesuai dengan regulasi yang ada, Peraturan Bupati No 59 tahun 2012 keberatan dajukan oleh calon paling lambat tiga hari setelah penetapan. Dengan demikian Jumat (22/2) merupakan hari terakhir untuk penyampaian keberatan. “Apabila sampai besok (hari ini – red) tidak disampaikan berarti pilkades Prapag Lor dianggap tidak ada masalah,” jelasnya. (Agus Simpe/Noe)

Posted in: Sosial