By 20 February 2013

Ribuan Massa Dari Desa Cikuya Demo Ke Kantor Kecamatan Banjarharjo

*Di Duga Terjadi Poltik Uang Di Pilkades

DSCF0036BREBESNEWS.CO – Ribuan warga Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo lakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Rabu (20/2). Mereka meminta kepada pemkab untuk membatalkan hasil Pilihan kepala desa yang telah dilakukan beberapa hari lalu. Hal ini karena terkait, adanya pelanggaran dugaan politik uang yang dilakukan salah satu kades pemenang.

Sejak sekitar pukul 08.00 Wib. Warga yang diangkut menggunakan puluhan truk tersebut telah memenuhi jalan di depan Kantor Kecamatan Banjarharjo. Namun pagar yang tertutup rapat membuat mereka tertahan di jalan depan kantor. Mereka terus menyuarakan aspirasinya dengan cara berorasi.

Koordinator aksi Iman Fauzi, menuturkan ditengarai telah terjadi sejumlah kecurangan terkait penyelenggaraan pilkades di Desa Cikuya. Salah satunya kecurangan tersebut, adalah terjadi indikasi bagi-bagi uang oleh salah satu calon pada saat itu. “Ada bukti, saksi bahkan juga rekaman suara,” tuturnya, pada BREBESNEWS.CO.

Besaran uang yang dibagikan bervariatif, berkisar antara Rp 5-Rp 50 ribu dan dibagikan oleh calon yang sekarang ternyata terpilih sebagai kepala desa, A. Sekod. Dalam perhitungan suara A. Sekod behasil memperoleh 1.946 suara, mengungguli dua calon lainnya yaitu Ruswin dan Hopsin yang hanya memeperoleh 1.612 dan 1.176 suara.

Padahal sebelum proses pencoblosan, antara calon kepala desa sudah menandatangani surat pernyataan bersama yang berisi beberapa hal, diantaranya tidak akan melakukan politik uang. Surat tersebut bahkan mengandung kekuatan hukum karena bermaterai serta disetujui oleh ketuan panitia pilkades serta ketua BPD. ” Jadi, bila ada indikasi pelanggaran, pihak yang melanggar harus bertanggungjawab secara hukum juga.” tandas Imam

Menurut Imam warga desa Cikuya yang merasa di curangi juga berencana menuntut kecurangan dan pelanggaran politik uang, ke ranah hukum.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Pemkab Brebes, Drs Tatag Koes Adiyanto MSi menuturkan dugaan adanya money politik harus bisa dibuktikan, dan tentu saja ini sudah masuk ke ranah hukum. Pihaknya juga siap mendukung pengusutan adanya dugaan money politik yang akhir-akhir ini sering terjadi, utamanya dalam pilkades.(Agus simpe-Noe)

Posted in: Sosial