BrebesNews.Co 27 February 2013 Read More →

Wakil Bupati Narjo : Kemiskinan Tidak Sekedar Diwacanakan, Tapi Harus Dilawan

miskinBREBESNEWS.CO -Wakil Bupati Brebes Narjo meminta kepada seluruh masyarakat agar jangan jengah menanggulangi kemiskinan. Pasalnya akurasi data dan kenyataan kemiskinan di lapangan berbeda jauh. Sehingga perlu kerja nyata dan bukan wacana untuk menanggulangi kemiskinan.

“Kita harus semangat melawanan kemiskinan warga Brebes,” ajak Narjo yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) saat rapat Koordinasi TKPKD dan Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) di aula BAPPEDA Rabu, (27/2).

Narjo juga mengajak kepada anggota TKPKD dan KBP untuk blusukan ke kampung-kampung dimana terdapat warga-warga miskin. “Kalau bisa, kita tidur di pedukuhan puncak gunung untuk melihat secara langsung, apakah ada warga yang tidak makan? Jadi Kemiskinan tidak hanya sekedar diwacanakan saja,” ajaknya.

Ketua KBP Kab Brebers Ir Masruri memandang, sebenarnya masyarakat Brebes dapat terhindar dari kemiskinan karena Potensi Sumber Daya Alam dan Manusia bagus. Terlihat kita berada pada posisi daerah yang menguntungkan karena memiliki modal, gunung, laut dan daratan. “Sayangnya, mencuri air tidak ditindak, buang sampah sembarangan juga tidak ditindak. Miskin kebudayaan dan terlalu banyak pembiasaan yang negatif,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Masruri, perlu mengangkat harkat derajat manusia baik dari segi ekonomi maupun kesejahteraan rakyat. Agar yang miskin berkurang dan yang semula tidak miskin jangan menjadi miskin.

Koordinator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perkotaan Kab Brebes Dewi Milasari S Sos SH menandaskan perlunya adanya kerja efektif dan kreatif dari Kelompok Kerja (Pokja) TKPKD.

Pertama, Pokja Pendataan dan informasi, bisa menghimpun data kemiskinan yang handal. Data tersebut merupakan data base kemiskinan Kabupaten Brebes yang valid versi TKPKD. Kedua, Pokja Kemitraan, bisa mengakses pusat dan daerah lain untuk mensinergikan program penanggulanan kemiskinan. Dan ketiga, Pokja pengaduan masyarakat juga harus berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.

Dalam pandangan Dewi, iklim LSM di Brebes sangat dinamis, keras dan seakan tanpa batas. “Bila terjadi kekeliruan maka LSM terus menerus menguber-uber meski kadang dilatarbelakangi motif politis, like and dis like dan sebagainya,” kata Dewi.

Sementara anggota KBP H Lukman Nur Hakim jarang sekali ada bahan bacaan seperti Cerpen yang mengusung tema mimpi menjadi kaya. Mimpi punya perusahaan, Petani sukses dan aparat yang kaya raya.

Demikian juga dengan Aqilatul Munawaroh MPd, harus melihat dengan mata hati persoalan kemiskinan. Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah. Mencari jalan kekayaan lewat jalur agama, dengan menerbitkan fiqih untuk kaya. Kultur menjadi miskin untuk dihilangkan. Bantuan dan stimulan yang mustinya untuk orang miskin justru direbut orang-orang yang mengaku miskin. Perlu pemahanan pesan-pesan agama yang senantiasa peduli terhadap yang miskin, dan selalu bayar zakat bagi Si Kaya.( Agus Simpe/Noe)

Posted in: Sosial