By 25 February 2013

Warga Desa Luwungragi Bulakamba, Tuntut Pembatalan Hasil Pilkades

* Saksi Beri Testimoni Dengan Adanya 30 Warga Siwuluh, warga Tegal Dan Pelajar MTS Ikut Nyoblos

pilkades logo

BREBESNEWS.CO – Sejumlah kecurangan yang dilakukan Panitia pada saat pelaksanaan pilkades 19 Februari lalu, membuat warga Desa Luwungragi Bulakamba Brebes merasa geram. Apalagi gugatan keberatan yang telah dilayangkan kepada bupati sampai sekarang belum mendapat respon.Padahal satu hari usai pilkades pihak saksi calon kepala desa sudah melayangkan bukti-bukti kecurangan panitia

Kecurangan yang dilakukan oleh panitia diduga dilakukan secara massiv dan terorganisir untuk memenangkan salah satu calon, yaitu Rohali. Seperti diketahui pelaksanaa pilkades Luwungragi beberapa hari lalu diikuti oleh dua orang calon, yaitu Anis Zulfahmi dan Rohali yang berstatus sebagai incumbent.

Berdasarkan data yang dihimpun panitia, dari 8837 DPT, Anis Zulfahmi Sag. yang bernomor urut 1 memperoleh 2775 suara, sementara lawannya mendapat 2806 suara atau selisih hanya 31 suara. Kemenangan Rohali diduga dibantu oleh panitia dengan melakukan sejumlah kecurangan pada saat mereka bertugas.

Menurut juru bicara tim Anis Zulfahmi Nahib Shodiq, panitia benar-benar tidak bisa menjaga netralitasnya. Mereka dengan jelas memihak salah satu calon. “Seharusnya orang-orang yang bertugas sebagai panitia bisa bekerja dengan profesional,” tuturnya, ke sejumlah wartawan senin (25/2).

Bentuk kecurangan yang paling jelas terjadi menurut pria yang akrab dengan panggilan Gus Nahib ini adalah adanya penggelembungan suara. Ada sejumlah warga yang melakukan penoblosan lebih dari satu kali. Hal ini diketahui oleh salah seorang warga yang bernama Rowi (35). Dia melihat tetangganya yang bernama Tia (20) melakukan pencoblosan dua kali.

Banyak warga luar desa yang ikut mencoblos, bahkan ada yang berasal dari luar Brebes. Berdasarkan informasi dari Arifin warga RT 03/RW 05, ada orang dari Desa Cabawan Tegal yang bernama Syarifah bin Tarwin ikut melakukan pencoblosan. Warga Desa Siwuluh yang bernama Kasir juga mengakui perbuatannya saat dimintai konfirmasi dengan tim bersama rekan-rekannya, yang berjumlah sekitar 30 orang ikut mencoblos pilkades di desa Luwungragi.

Selain itu penggunaan hak suara oleh orang lain juga dilakukan oleh anak sekolah. Tercatat ada anak MTs kelas IX yang bernama Laha binti Dulatif asal RT 05/ RW 04 menggunakan hak pilih atas nama orang tuanya.

Gus Nahib, menuturkan hingga saat ini hampir sebagian besar warga sedang menunggu jawaban dari Bupati. Apabila nantinya tetap tidak ada jawaban yang memuaskan mereka tetap akan terus berjuang. “Sampai kapanpun keadilan harus ditegakkan,” tuturnya. (Agus Simpe/Noe)

Posted in: Sosial