BrebesNews.Co 27 February 2013 Read More →

Zaki Syafrudin : Per “Tegas” Aturan Pilkades

zakiBREBESNEWS.CO -Maraknya berbagai kecurangan yang terjadi dalam ajang pemilihan kepala desa (pilkades) sekarang ini, dan maraknya gugatan para calon kades yang tidak jadi, mengundang keprihatinan anggota Dewan Brebes. Menurutnya, gugatan tersebut disebabkan karena aturan yang tidak tegas. “Ada aturan tapi implikasi sangsinya tidak tegas,” jelas Zaki Safrudin, Anggota Komisi I DPRD Brebes, kepada BREBESNEWS.CO, Rabu (27/2).

Menurutnya, sangsi yang diterapkan hanya berlaku bagi pelaku atau orang-orang yang membagikan uang. Sementara aktor intelektualnya dan calon kepala desa justru tidak tersentuh. “Hal inilah yang akhirnya menimbulkan permasalahan di berbagai pemilihan,” jelas politisi PAN Brebes lagi.

Aturan yang selama ini digunakan termasuk peraturan bupati (perbub) implikasinya tidak mempengaruhi jalannya proses pemilihan. Meski terbukti ada pembagian uang proses pemilihan tetap dilaksanakan. “Berdasarkan keterangan dari dinas terkait, pemilihan terus berjalan dan tetap dianggap sah,” terangnya.

Yang krusial Kadang, kepanitian juga di indikasikan tidak netral. Hingga dalam pelaksanaan sering diintervensi pihak incumbent, atau petahana kepala desa yang mencalonkan diri lagi, hingga muncul adanya manipulasi suara, dengan mendatangkan warga yang bukan asli desa setempat. Pemilih dapat memilih lebih dari satu, dan Adanya Warga dibawah umur ikut mencoblos.

Situasi tersebut jelas merupakan kelemahan yang tidak bisa dibiarkan. Lambat laun masyarakat terbiasa menggunakan cara-cara kecurangan tersebut guna memenangi sebuah pemilihan. Dengan demikian kapasitas pemimpin hanya dinilai berdasarkan kekuatan materi atau uang yang calon punya.

Hal ini tentu sangat merugikan bagi masa depan warga desa, karena pemimpin yang mereka punya belum tentu mampu melaksanakan tugas. Akibatnya terjadi penurunan kualitas desa tersebut. “Pemimpin seharusnya orang yang mempunyai kualitas intelektual serta karakter kepemimpinan, bukan sekadar punya uang saja,” terangnya.(Agus Simpe/Noe)

Posted in: Politik