BrebesNews.Co 29 March 2013 Read More →

Brebes Antara Bawang, Telor Asin Dan TKW

aku hee * Afif Arfani
Seorang teman mencoba bercanda, Brebes selain sebagai penghasil bawang merah terbesar di Indonesia, serta penghasil telor asin, satunya apa lagi (?)… setelah sempat aku mencoba berpikir sejenak tiba-tiba meluncur kata singkat, ya TKW nya ! serunya enteng. Bener juga. Berdasar dari data Disnaker Brebes, TKI/TKW di Brebes berjumlah kurang lebih 1945 atau nyaris 2000-an orang.

Hampir ke- 3 nya sering menjadi pemberitaan media nasional baik cetak, maupun elektronik. Setelah bawang membawa permasalahannya sendiri dengan harga diluar kewajaran. Terus telor asin juga sempat bermasalah karena tidak lama bebek-bebek Brebes sebagai penghasil telor ter-indikasi kena flu burung – padahal sebelumnya bebek termasuk binatang yang tahan flu burung- hingga menurunkan produktifitasnya karena banyak yanga mati, kini Tenaga kerja Wanita (TKW) juga menyimpan banyak masalah.

Kasus terbaru soal TKW di Brebes yakni soal yang di alami Karni Bin Medi (36) asal desa Karang Junti kecamatan Losari, yang mungkin hanya bisa menghitung hari untuk menjalani eksekusi hukum Pancung, karena secara sah terbukti ditingkat pengadilan pertama Arab Saudi. Karni dituduh membunuh anak majikannya yang berumur 4 tahun ( Wallahu a’lam bishowab ).

Informasi vonis mati terhadap Karni itu menjadi salah satu pemberitaan di media Yanbu. Dalam pemberitaan itu, tidak disebutkan nama pelaku maupun daerah asal. Namun mencantumkan kejadian serta kronolgis kasus yang mirip dengan apa yang dilakukan Karni.

Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo saat ditanya melalui telepon, TKW malang itu bernama Karni asal Desa Karangjunti Brebes. Informasi ini Setelah Migran Care mendapatkan data dari Kemenlu, dan melakukan investigasi ke daerah asal TKW. Hasilnya, kemungkinan besar TKW itu adalah Karni. “Mengarahnya ke Karni ,” ujar Susilo. ( Sindonews.com).

Untuk Kasus pembunuhan biasanya Arab Saudi bisa melepaskan tersangka dengan menggunakan ganti rugi uang (diyat )- alasan diyat diterapkan sebagai upaya untuk mengganti nafkah keluarga yang terbunuh. Jumlah diyat atau tuntutan ganti rugi biasanya nominalnya bukan jutaan lagi, namun sudah hitungan milyaran rupiah. Hal ini seperti kejadian yang menimpa TKW asal Subang Jawa Barat Darsem yang di tuduh membunuh majikannya harus mengganti rugi 4,7 milyar dan TKW asal Semarang Jawa Tengah Satinah, dengan permintaan diyat 10 milyar rupiah juga soal tuduhan pembunuhan. Pertanyaannya, uang sebesar itu di dapat dari mana untuk seorang TKW ?

Kabupaten Brebes memiliki luas wilayah ke 2 setelah cilacap di Jawa Tengah. Hamparan tanah yang luas dengan produksi bawang melimpah ternyata tidak menetes rejekinya ke kantong-kantong warganya. Untuk warga yang tidak mampu terpaksa harus cari pengharapan di negeri orang seperti di Arab Saudi dan Negara lainnya menjadi TKW, meski dengan berbagai resiko. Hal ini seperti yang sedang dialami Karni bin Medi asal desa Karangjunti Losari dan Sairoh, asal desa Dukuhwringin kecamatan Wanasari, yang dikabarkan mati terbujur kaku dengan dugaan kena flu babi. Hingga jenazahnya nyaris 3 bulan ini belum dipulangkan.

Sekadar Intermezzo, Sebentar lagi tahun politik, yang jelas sebentar lagi banyak tokoh politik akan berkunjung ke negeri Arab Saudi dengan alasan umroh (ibadah sunah haji-red). Padahal sejatinya mereka mendatangi Baitullah untuk ber doa seputar pelanggengan eksistensi diri agar terplih kembali di pemilihan legislatif dan memperoleh kekuasaan. Beda dengan para TKW yang ke Arab Saudi. Mereka hanya punya keinginan sederhana untuk mencari sesuap nasi agar bisa bertahan hidup dirinya dan keluarganya di kampung.

Sementara politisi sibuk menyiapkan doa dan datang ke Baitullah demi sebuah kekuasaan, Karni bin Medi, harus bergulat menghitung hari menyiapkan nyawan-nya di tiang gantungan. ( Semoga Allah masih setia dengan keberadaan-Nya beserta orang-orang yang hatinya terluka dan ter-aniaya).

– Penulis redaktur BREBESNEWS. CO (*)

Posted in: Opini