BrebesNews.Co 24 March 2013 Read More →

Rokib, Nelayan Prapag Kidul Yang hanyut Di Laut Akhirnya Ditemukan

nwlayan 006BREBESNEWS.CO -Setelah 3 hari hilang pada hari rabu (20/3) di laut pantura tepatnya di daerah perairan Sawojajar kecamatan Wanasari,jenazah Rokib (35), telah ditemukan salah seorang nelayan warga desa prapag kidul kecamatan Losari juga, di perairan Prapag tepatnya di sebelah utara sekitar 3 mil dari muara sungai prapag kidul pada hari sabtu (23/3) sekitar pukul 9.00 WIB.

Jenazah Rokib pertama ditemukan di perairan Prapag oleh salah seorang nelayan yang kebetulan warga desa Prapag kidul dan juga sebagai tetangga dekat korban langsung pulang dan memberitahukan hal tersebut kepada keluarga korban.Setelah mengetahui keberadaan korban,pihak keluarga melaporkan ke Polsek Losari.

Sebelumnya, Rokib sudah di cari beberapa Tim SAR Di bantu beberapa Satker dan masyarakat  sehari setelah Rokib dinyatakan hanyut di laut, namun pencarian tidak membuahkan hasil. Baru hari sabtu pagi Rokib berhasil ditemukan.

Evakuasi korban dilakukan oleh SAR Kab Brebes,Satker Dinas Perikanan & Kelautan Kab Brebes, Pos AL,DPC HNSI Kab Brebes dan warga setempat dengan menggunakan peraho sopek yang bejumlah sekitar 20 perahu.Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka di desa Prapag Kidul.

Jenazah disambut tangis histeris oleh pihak keluarganya bahkan ada beberapa keluarga korban yang pingsan karena tidak tega melihat kondisi tubuh korban yang mengenaskan dan sudah bengkak dan berbau.Saat ditemukan korban menggunakan kaos warna merah bergaris putih dan memakai celana jins warna biru.

Rudi Hartono ketua DPC HNSI Kab Brebes sangat prihatin dengan kejadian yang telah dialami Rokib. Sebaiknya para nelayan harus memperhatikan faktor keamanan seperti menggunakan life jacket (rompi pelampung),padahal hal tersebut sudah bahkan sering disosialisasikan dan pengarahan bahkan ada pemberian life jacket dari dinas terkait kepada para nelayan Brebes.

” Karena jumlah bantuan terbatas maka nelayan yang belum mempunyai rompi pelampung untuk membeli sendiri, hal itu untuk meminimalisir angka kecelakaan di laut yang berakibat menelan korban jiwa” himbau Rudi. (Agus Simpe)

Posted in: Sosial