Awasi Dan Berantas Cukai Rokok Palsu
BrebesNews.Co 15 April 2013 Read More →

Bupati : PGRI Harus Perjuangkan Nasib Guru Tidak Tetap (GTT)

pgri 2BREBESNEWS.CO -Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE berharap agar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terus memperjuangkan nasib Guru Tidak Tetap (GTT). Pasalnya, GTT memiliki tugas dan fungsis yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun nasibnya masih di bawah standar, sehingga perlu perjuangan keras, agar GTT bisa makin sejahtera dengan perbaikan status.

Hal tersebut disampaikan Bupati kepada Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI Dr H Sulistiyo MPd saat Konferensi Kerja Ke-3 Masa Bakti XX di Gedung Guru Brebes, Sabtu (13/4).

Idza memandang PGRI belum memberi pelayanan yang maksimal kepada GTT. Sehingga GTT banyak berhimpun dengan organisasi guru buatannya sendiri dan tidak bergabung dengan PGRI. “PGRI harus memberi pelayanan yang sepenuh hati kepada GTT,” ajak Bupati.

Bupati juga berharap PGRI harus sama-sama meningkatkan IPM Brebes yang masih rendah, khususnya di sektor pendidikan. “Salah satu pendongkrak peningkatan IPM adalah sektor pendidikan dan gurulah tumpuan kemajuan pendidikan yang bermutu,” ujarnya.

Semoga saja, lanjut Bupati, guru mampu menjadi pencetak generasi yang mandiri, produktif dan berdaya guna untuk pembangunan pendidikan di Brebes dan Indonesia.

Sementara Ketua PB PGRI Dr H Sulistiyo MPd meminta dukungan Bupati untuk terus menerus memperhatikan dunia pendidikan. Sebab peran pemimpin daerah sangat berpengarus langsung terhadap kemajuan pendidikan di daerah itu sendiri. Bila pemimpinnya tidak perhatian pada dunia pendidikan maka sulit untuk maju pendidikan di daerah itu. “Ibarat keluarga, kalau orang tuanya tidak memperhatikan pendidikan anak-anaknya maka anak di keluarga itu pendidikannya juga tidak terurus,” kata Sulis yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk wilayah Jawa Tengah.

Selain itu, Sulis juga menandaskan, guru komitmen dengan dengan peningkatan mutu pendidikan. Namun demikian, Ujian Nasional, bukan satu-satunya barometer mutu pendidikan. Termasuk ketika hasil UN rendah misalnya, jangan sampai menghukum Kepala Sekolah atau guru mata pelajaran tersebut. “Kepala Sekolah dan guru telah bekerja keras untuk meningkatkan pendidikan, maka jangan sampai menghukum Kepala Sekolah atau guru gara-gara perolehan UN rendah,” tandas Sulis.

PGRI saat ini, tambahnya, tidak boleh hanya menuntut terus persoalan kesejahteraan. Sekarang saatnya guru menunjukan kinerja yang prima. “Termasuk perubahan kurikulum 2013, tidak akan berarti apa-apa kalau implementasi di ruang kelas tidak berjalan sebagaimana mestinya,”imbuhnya.

Ketua PGRI Kab Brebes Drs H Tarsono Henri H menjelaskan, Konkerja diadakan setiap tahun dengan agenda evaluasi program kerja setahun yang lalu dan memantapkan program kerja setahun ke depan. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PGRI Prov Jateng Dr H Soebagyo Broto Sedjati MPd dan segenap pengurus Kabupaten dan Kecamatan se Kabupaten Brebes. (ilmie)

Posted in: Pendidikan