BrebesNews.Co 14 April 2013 Read More →

Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Brebes Akan Adakan Musda

* Tidak ada dualisme GNPK Di Brebes
2013-04-13 19.33.19BREBESNEWS.CO – Kepengurusan Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kabupaten Brebes periode 2005-2010 yang diketuai oleh Mas Goyud (Wahyudin Nooraly-red) sudah habis sejak tahun beberapa tahun lalu. Kemudian Pusat meminta pengurus Kabupaten untuk segera melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) untuk menjalankan roda organisasi, Demikian katakan Wakil Ketua Bidang Polri, Kejaksaan dan Pengadilan GNPK Brebes, H Mahbub Zawawi SH. Minggu (14/4).

Acara Musda sendiri rencananya akan dilaksanakan sekitar bulan Mei 2013 mendatang. Diakuinya, sejak habisnya masa periode sebelumnya, roda organisasi ini memang tidak seaktif sebelumnya karena berbagai hal.
“Walau kelihatannya vakum, tapi sebetulnya tidak. Karena pengurus tetap bekerja, salah satunya juga rencana untuk Musda juga sudah terpikirkan hanya saja belum terealisasi karena berbagai faktor teknis,” tandas dia.

Seperti diketahui, selain GNPK dibawah kepemimpinan Goyud, di Kabupaten Brebes juga terdapat kepengurusan GNPK dibawah ketua Royani Anwarun. Terkait hal ini, Mahbub menolak mengomentari lebih jauh indikasi dualisme kepengurusan tersebut.
“Kalau GNPK yang lain kami tidak tahu, yang jelas kepengurusan kami sah secara yuridis formal. SK kami langsung ditandatangani pengurus pusat Adi Warman. Walau periode habis tapi kami sudah mendapat perpanjangan SK hingga 5 Juli 2013,” tutur dia.

Menurut Mahbub bila ada GNPK lain itu di luar kami, yang jelas kami terbuka jika mereka mau bergabung silahkan dan mengikuti mekanisme organisasi, tentunya melalui forum Musda yang nanti akan kami laksanakan. Sesuai AD/ART pembentukan kepengurusan harus melalui musyawarah tidak bisa asal-asalan dan kerjanya juga punya pedoman.
” Organisasi GNPK ini komit dengan pemberantasan korupsi, bukan sebagai organisasi yang kerjanya tidak jelas dan tidak ter-arah. Bahkan hanya untuk menakut-nakuti orang atau masyarakat  namun buntutnya dengan minta kompensasi tertentu,”imbuh Mahbub. (Agus Simpe )

Posted in: Sosial