BrebesNews.Co 29 April 2013 Read More →

Habib Lutfi Kritik Generasi Islam Yang Hanya Mementingkan Pendidikan Agama

* Pondok Assyalafiyah II Akan dibangun Di Kampung Saditan Brebes

ASSALAFIYAH3

BREBESNEWS.CO -Habib Luthfi bin Ali Yahya mengkritik masih minimnya generasi Islam yang memiliki pendidikan berlatar belakang ilmu terapan. Padahal, kecanggihan teknologi sudah diterangkan Al Quran sejak berabad-abad yang silam, dengan penggambaran kecanggihan teknologi dalam ayat-ayat-Nya. Dia mengharapkan, menempuh pendidikan di Pesantren tidak harus menjadi Sarjana agama.

“Lagi-lagi saya lihat anak-anak kita lulusan Tarbiyah, Ushuludin dan Syariah,” kata Habib disambut tepuk tangan saat mengisi mauidlotul khasanah saat pengajian umum peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesanteren Assalafiyah II Brebes, di Jalan Mayjen Sutoyo Brebes Ahad (28/4).

Tetapi, lanjutnya, kita masih kekurangan ahli kimia, ahli kesehatan, ahli angkasa dan disiplin ilmu lainnya yang mayoritas sangat dibutuhkan masyarakat. Akibat kelebihan pendidikan dibidang agama, banyak yang tidak memiliki pekerjaan. “Akibatnya, rame-rame pada nyaleg,” ucapnya lagi.

Akibat yang lebih parah, kata Habib, banyak kiai yang tukaran, tidak akur. “Setelah saya amati, eeeh ternyata hanya beda ‘baju’ saja yang dipakai,” kata Habib.

Peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Assalafiyah II dilakukan Direktur Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Kemendiknas RI Ella Yulaewati MA PhD. Dalam sambutannya dia menyanjung keberadaan pesantren di tanah air. Karena pesanteren menjadi cikal bakal berdirinya pendidikan formal di Indonesia. “Pendidikan pesanteren sudah ada sejak tahun 1300, yang didalamnya memuat tentang pendidikan untuk semua,” kata Ella.

Dipesantren, lanjutnya, terjadi sinergi antara pendidikan formal dan non formal. Dari situ pula pendidikan karakter terbangun. Pendidikan karakter disini disampaikan dengan egaliter. Dan yang mengagumkan, Santri (anak pesanteren) memiliki kemandirian yang luar biasa.

Dia membuktikan, sebelum menghadiri acara peresmian, Dirjen itu jalan-jalan dipondok pesanteren Assalafiyah 1. Dia berbincang-bincang dengan Santri perempuan berusia 12 tahun. Dalam pengakuannya dia terkesima dengan keseharian para santri yang mencuci baju dan memasak sendiri. “Gadis sekecil itu, sudah mampu mengurus diri sendiri yang pada akhirnya bisa membimbing masyarakat, mengurus orang lain, jadi pemimpin,” kata Ella.

Selaku kementerian, dia berjanji akan membantu Pesantren Assyalafiyah II dalam program Balai Belajar Bersama, Taman Bacaan Masyarakat dan Pendidikan Kecakapan Hidup. “Ketiga program itu akan kami prioritaskan,” janjinya.

KH Subekhan Makmun menuturkan pondok Assyalafiah II di kampung Saditan menelan dana Rp 8,1 Milyar diatas areal tanah seluas 2.800 meter persegi. Bagunan terdiri dari Aula 2 unit, Kamar Tidur 30 lokal, kamar pengasuh, sekretariat, dapur. “Untuk kamar putri, kamar mandi di dalam,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Wakil Bupati Brebes Narjo, Bupati Tegal Hery Sulistiawan, Kepala Kanwil Kemenag Khaerudin, Para Ulama, Kiai dan ribuan undangan lainnya. (ilmie)

Posted in: Pendidikan, Sosial