BrebesNews.Co 8 May 2013 Read More →

1500 Pekerja Anak Di Brebes Akan Di Kembalikan Ke Sekolah

* Baru 210 Anak Yang Tejaring Untuk Program Kembali Ke Sekolah

a

BREBESNEWS.CO -Akibat tekanan ekonomi yang mendera masyarakat, pekerja anak dipastikan tumbuh tanpa diminta. Termasuk di Kabupaten Brebes, sedikitnya terdapat 1500 pekerja anak yang tersebar diberbagai sektor dan jenis pekerjaan.

“ Kami tidak ingin nyanyian Iwan Fals, Anak Sekecil Itu Berkelahi dengan Waktu, terus menggema di Brebes akibat banyaknya pekerja anak,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertran Kab Brebes Drs Slamet Sunarto MSi saat membuka Rakor persiapan Pengurangan Pekerja Anak (PPA)- Program Keluarga Harapan (PKH) di aula Kantor Kementerian Agama Kab Brebes, Rabu (8/5).

Menurutnya, PPA-PKH menjadi salah satu jalan percepatan penanggulangan kemiskinan dengan cara penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. “Kalau anak masih kecil sudah dipekerjakan, maka akan berakibat buruk pada masa dewasa karena bekal ketrampilan tidak dimiliki karena hanya mengandalkan tenaga saja,” kata Slamet.

PPA-PKH akan memberikan bimbingan sekaligus bekal ketrampilan dan kecakapan hidup kepada pekerja anak. Selain itu diberikan fasilitas pakaian dan alat sekolah, buku pelajaran dan makan 3 kali sehari snack 2 kali dan penampungan. Anak-anak penerima manfaat akan ditampung di dalam selter selama 30 hari. Tiap shelter terdiri atas 30 anak di 7 shelter yang tersebar di Kabupaten Brebes.

Ketujuh shelter itu adalah Ponpes Darul Abror Pasarbatang, Ponpes Anidzom Nurul Huda Gamprit Brebes, Panti Asuhan Fastabiqul Khoirot Grinting Bulakamba, Rumah Bapak Rohadi Pengaradan Tanjung, Ponpes Bustanul Ulum Karangmalang Ketanggungan, Ponpes Al Hasaniyah Rengaspendawa Larangan dan Rumah Makan Hegar Manah Banjarharjo.

Usai mendapatkan manfaat, lanjutnya, mereka tidak dikembalikan ke tempat pekerjaan semula, tetapi untuk kemudian disekolahkan lagi.

Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Ketenagakerjaan Dinsosnakertran Moh Rofi SIP menjelaskan, dari 1500 pekerja anak baru terjaring 210 anak penerima manfaat. Mereka didampingi 21 orang dan koordinator shelter.

Menurut Rofi, penerima manfaat berasal dari pekerja anak yang bekerja di sektor pertanian, industri dan pekerja serabutan lainnya. (ilmie)

Posted in: Pendidikan, Sosial