BrebesNews.Co 7 May 2013 Read More →

Antara Tahun 2012-2013 Pengadilan Agama Brebes Tangani 6.065 Kasus Perceraian

* Gugatan Perkara Cerai Di Dominasi Karena Soal Tekanan Ekonomi

agamaBREBESNEWS.CO -Dari 6.065 perkara yang diterima Pengadilan Agama Kabupaten Brebes, ternyata tidak ada satupun perkara poligami sepanjang tahun 2012 dan 2013. Ini menunjukan Brebes Bebas dari Poligami.

Dari sekian banyak perkara, lanjutnya, mayoritas perkara cerai gugat yang diajukan oleh pihak perempuan dengan perbandingan 7 atau 3 atau sekitar 70 prosen. Untuk bulan Mei 2013 masuk perkara Cerai Gugat sebanyak 72 sedangkan cerai talak hanya 22 perkara. Kebanyakan Cerai gugat dilatarbelakangi karena tekanan ekonomi, selanjutnya kurangnya tanggung jawab suami dan rendahnya SDM kedua belah pihak.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Brebes kelas 1-A Drs H Ahmad Munthohar SH MH saat sambutan Launching SMS Gateway, di ruang sidang I Selasa (7/5).

Munthohar menjelaskan, perkara yang ditangani pada tahun 2012 berjumlah 4.313 perkara. Sisa yang belum diputus 1.061. Sedangkan perkara yang diterima Januari hingga April 2013 sebanyak 1.752. Artinya, perkara yang ditangani tahun 2013 ada 2.813 dan perkara yang diputus 1.784.
“Sisa awal Mei 2013, masih ada 1.029 perkara yang belum diputus,” kata Munthohar.

Menurutnya, perkara yang masuk terdiri dari berbagai macam seperti perkara perdata keluarga maupun perkara yang menyangkut harta, waris, gono gini dan sebagainya.

Pihaknya tidak menutup mata dengan membludaknya perkara yang masuk. Karena jumlah penduduk di Kabupaten Brebes paling banyak di Jawa Tengah. Untuk mengantisipasi menggunungnya perkara, pihaknya telah melakukan terobosan sistem jemput bola dengan mengadakan sidang keliling seminggu dua kali di Kecamatan Kersana dan Kecamatan Bumiayu. “Pelayanan ini didukung oleh 19 orang hakim,” terangnya.

Yang terbaru, masih kata Ketua PA, untuk memberikan pelayanan yang prima, cepat, transparan dari segi keuangan perkara dan mudah serta biaya ringan diluncurkan sistem SMS lewat handphone dari seluruh wilayah Indonesia.

Dengan mengirim ke nomor 0819 026 90005 masyarakat dapat mengetahui tentang tanggal sidang, kondisi keuangan perkara yang dibayarkannya, kapan diputusnya perkara serta bagi perkara cerai bisa diketahui kapan akta cerai bisa diambil oleh pihak yang berhak. “Hanya berkisar antara 5 sampai 15 detik, SMS sudah bisa terjawab secara otomoatis,” tandasnya.

Masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan ongkos untuk datang langsung ke PA hanya sekadar untuk mendapatkan informasi tentang perkara dirinya. Meski demikian, pihak PA masih tetap melakukan pemanggilan secara patut.

Launching dilakukan secara simbolis oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dengan membuka tirai papan informasi dampingi Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jawa Tengah Drs H Wildan Suyuti Mustofa SH MH CD.

Bupati menyambut gembira dengan adanya launching karena merupakan bagian dari pelayanan publik dengan memberikan pelayanan informasi secara cepat, tepat dan akurat. Sehingga informasi yang dilayangkan PA dapat diketahui oleh Masyarakat Brebes. (ilmie)

Posted in: Serba Serbi, Sosial