BrebesNews.Co 18 May 2013 Read More →

Bupati Idza Priyanti : Lesbumi Harus Di Bumi-kan

4

BREBESNEWS.CO -Dalam pidato singkatnya Bupati Brebes Hj. Ida Priyanti mengharap Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) bisa berkembang dan berkibar di tiap majelis Wakil Cabang (MWC) atau tingkat pengurus NU tingkat kecamatan, pasalanya Bupati menilai budaya merupakan alat perekat umat .

“Intinya Lesbumi sebagai lembaga kesenian dan budaya bisa membumi sampai ke masyarakat akar paling bawah, agar tercipta harmonisasi kehidupan bermasyarakat. Sebab dengan berkesenian akan tercipta hasil kreatifitas masyarakat yang postif, terutama dalam menyalurkan bakat dan hobinya terkhusus warga NU,” papar Idza.

Harapan tersebut disampaikan saat acara Peringatan Harlah NU Online ke -10 dan Pentas Seni Islam (PSI) yang di gelar oleh PC . Lesbumi Kabupaten Tegal di Halaman Gedung PCNU Kabupaten Brebes. Rabu (15/5) malam .

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Hj. Ida Priyanti , Kabaga Humas dan Protokoler Atmo Tan Sidik. Kyai Haji D. Zawawi Imron penyair dari tanah Madura, Ketua PCNU Kabupaten Brebes H. Athoilah, Perwakilan MWC dan hadir juga Redktur NU Online Hamzah Sahal.

Ketua PCNU Kabupaten Brebes H.Athoilah mengatakan Lesbumi menjadi penting , karena tidak dapat dipungkiri seni budaya sebagai alat perekat yang efektif. Lebih lanjut dia mencontohkan oarang yang ngunjungi pengajian lebih sedikit daripada yang menonton dangdutan. tetapi manurutnya juga Lesbumi tidak boleh menelan mentah harus dipilah yang sesuai dengan ruh-ruh agama yang mana yang harus digemleng habis untuk dilakukan.

“Ada pepatah bilang dengan ilmu hidup akan menjadi mudah, dengan seni hidup akan menjadi indah dan dengan agama hidup akan menjadi tenang. Maka peran lesbumi sebagai lembaga kesenian memang tidak bisa dilepaskan oleh jiwa manusia, untuk itu NU membuat wadah itu tidak salah. “ Kata Pejabat Pemda Brebes itu.

Athoilah juga berkisah bahwa Lesbumi pada masanya tahun 1970-an dan boleh disebut masa keemasan, memantri dihati masyarakat dengan berbagai model kebudayaan dan kesenian telah lesbumi tunjukan. “Ini dapat kita lihat ketika tahun itu ketika ada imtihanan MDA atau sekolah-sekolah formal yang berada dinaungan ma’arif lesbumi selalu dinanti dengan tampilan dan atraksinya dan memang berbagai varian atraksi sangat memukau, seperti manaiki tangga pedang, eksrtim memang tetapi menarik. “ Kisah Pak Atho’

Sementara ketua Panitia Wasdiun mengungkapkan terselenggaranya acara tersebut berkah kerjsama antara pengurus lesbumi dan pemerintah daerah serta pihak lain yang memang ditunjuk oleh sponsor .

“Kami ingin menghidupkan lesbumi kembali agar marwah kebudayaan yang agung di daerah bisa dibangun kembali, Brebes ini potensi kebudayaanya sangat tinggi dan saya optimis dapat berkembang , dan sudah saatnya lesbumi tampil sebagai pembuka di Brebes ini. “ katanya

Dalam siaran malam itu , tidak hanya mendengarkan pidato kebudayaan tetapi juga dihibur dengan berbagai pementasan sebagai pendukung diantaranya parade puisi karya D. Zawawi Imron, salah satu penyair kota Bawang Lebe penyair membacakan puisinya D. Zawawi Imron dengan judul dzikir dan Zombi Sajak Pantura penampilan Lebe ini memukau pengujnjung .

Selain parade Puisi dipentaskan juga Penampilan Teater dari SMK NU 03, dengan nama teater gemma , sebagai penampilan penutup atraksi silat pagar Nusa, penampilan pagarnusa tetapi cukup tegang karena berbagai atraksi yang ekstrim. (ilmie)

Posted in: Serba Serbi