BrebesNews.Co 28 May 2013 Read More →

Gelapkan Raskin, Mantan Kades Rancawuluh Bulakamba Divonis 1,6 Tahun Penjara

* Terdakwa Juga Dituntut kembalikan Uang Hasil Penggelapan Senilai 13 Juta Rupiah, Subsider 6 Bulan Penjara

BREBESNEWS.CO – Terdakwa kasus korupsi beras miskin (raskin) tahun 2011, mantan Kepala Desa (Kades) Rancawuluh Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, H. Kurdi, di vonis 18 bulan atau 1,6 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

bandaTerdakwa yang sebelumnya dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, pada 3 September 2012 lalu, terbukti bersalah karena telah menggelapkan raskin warga.

Saat di temui di ruang kerjanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendro Purwoko SH membenarkan bahwa terdakwa mantan kades rancawuluh telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang. Terdakwa terima putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim.

” Benar kalau terdakwa mantan Kades Rancawuluh, H. Kurdi telah di vonis Pengadilan Tipikor Semarang dengan hukuman 1,6 tahun penjara,dan denda 50 juta” ujar Hendro, Selasa (28/5)

Kata Hendro, terdakwa yang di vonis pada Senin 27 Mei 2013 kemarin itu, juga dikenakan denda Rp 50 juta dengan, subsider 2 bulan penjara. Bahkan, terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti atas kerugian dari hasil penggelapan raskin sebesar Rp 13 juta, subsider 6 bulan penjara.

Amar putusan yang dibacakan Majalis Hakim, sebanyak Rp 203.677.500 yang diperoleh dari hasil penjualan raskin kepada warga maupun perangkat desanya. Uang sebesar tersebut berdasarkan jumlah raskin sebanyak 166 kantong selama 13 bulan. Dimana setiap satu kantong beras raskin yang berisi 15 Kg itu, dijual kepada warga seharga Rp 6.450.

“Dalam kasus raskin ini, terdakwa terbukti melanggar pasal 3 Undang-Undang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tentang penyalahgunaan wewenang dan jabatan, yakni menjual raskin,” tandas Hendro akhiri wawancaranya. (Hendrik)

Posted in: Hukum