BrebesNews.Co 15 May 2013 Read More →

Oknum Guru Hamili Siswinya Di Larangan Brebes Di Polisikan

demo brd 112BREBESNEWS.CO -Oknum Guru salah satu sebuah sekolah menengah atas (SMA) di kecamatan Larangan yang di duga telah menghamili siswinya, akhir nya diadukan keluarganya ke Polisi. Oknum guru yang di duga sudah menghamili siswinya tersebut, di laporkan ke bagian UPPA (unit perlindungan anak dan perempuan) yang di terima oleh kanitnya, Aiptu Puji Rahayu SH, Di mapolres Brebes Rabu (15/5).

Tindakan Penghamilan oknum guru yang di inisialkan (K) itu menimpa pada siswi pelajar SMAN 1 larangan kelas 3 yang bernama inisial TDE. Ironisnya perbuatan tidak terpuji dari pelaku dilakukan di tempat sekolah, yakni di ruangan perpustakaan serta di ruangan BK.

Tindakan A susila dilakukannya usai habis jam pelajaran sekolah. Korban menuruti kemauan guru K, karena dapat ancaman bila menolak kemauannya melakukan tindakan a susila tersebut. Kini siswi korban pencabulan dinyatakan hamil 4 bulan, berdasarkan uji test dari RSUD Brebes.

Di depan petugas korban mengaku, di gagahi pelaku sebanyak dua kali. Pertama dilakukan tahun 2011, dengan melakukaan perbuatannya di ruang BK. Kemudian yang ke dua pada bulan januari 2013 di ruang perpustakaan.
“Waktu itu pelaku mengancam pada saya bila tudak memenuhi birahinya. makanya saya takut dan pasrah atas tindakan pelaku,” ungkap TDE dengan suara lirih.

Menurut TDE, setelah melakukan perbuatan tak senonoh, dirinya juga di anacam tidak boleh bilang ke siapa-siapa, karena bila sampai ada orang lain tahu, dirinya akan di ancam dikeluarkan dari sekolah itu.

Selama ini, korban tinggal bersama kakak dan adiknya. sedang ibunya sudah meninggal. Sementara bapaknya sekarang nikah lagi dan hidup di kota Pekalongan. Akibat terjadinya tindakan itu mulanya tidak ada yang tahu termasuk kakak dan adiknya. Namun karena semakin hari usia kandungan sudah tua, terjadi perubahan di tubuh korban yang mengakibatkan keluarga curiga.

Korban selama ini mencoba menutupi keadaan kehamilannya. Namun karena perubahan perilaku yang dianggap aneh korban akhir-akhir ini, paman korban mencoba menegurnya. Setelah di desak ternyata korban mengakui telah di paksa berhubungan intim oleh oknum gurunya, yang mengakibatkan hamil.

Begitu mengetahui kejadian itu, paman korban mengontak bapaknya di Pekalongan yang selanjutnya, melaoprkan tindakan oknum guru bersangkutan agar mempetanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu Kanit UPPA polres Brebes, Aiptu Puji Rahayu SH mengatakan, bila memang terbukti benar, pelaku bisa di jerat pasal 81 UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Agus Simpe)

Posted in: Kriminal