BrebesNews.Co 31 May 2013 Read More →

Pimpinan Bank Puspa Kencana Di Mosi Tidak Percaya Oleh Karyawannya

abaBREBESNEWS.CO -Dua Pimpinan Bank perkreditan Rakyat (BPR) Puspa Kencana Brebes (atau dulu bank pasar Brebes-red), yang dijabat Cipto Budi P selaku Direktur Utama dan Chamim Budiman selaku Direktur Umum, di mosi tidak percaya oleh para karyawannya. Mosi tidak percaya di aksentuasi-kan ( diwujudkan) melalui surat pernyataan dengan di bumbuhi tandatangan.

Menurut keterangan,Kepala SPI PD BPR Puspa Kencana Brebes, Soesnadi Akbar SE, pihaknya bersama para karyawan lainnya mengeluarkan surat pernyataan mosi tak percaya kepada jajaran direksinya, karena berdasarkan hasil LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Bank Indonesia keduanya sudah dikatakan tidak layak lagi memimpin bank milik pemerintah daerah Brebes ini.

“Kami sepakat untuk melakukan mosi tidak percaya karena berdasarkan penilaian, bahwa kedua direksi tersebut membiarkan beberapa aset-aset inventaris perusahaan daerah yang nota bene milik Pemkab Brebes mangkrak. Hal Ini menunjukkan bahwa sistem manajemen di PD BPR Puspa Kencana Brebes sudah cukup parah,” tegas Soesnadi Akbar, kepada BREBESNEWS.CO Jumat (31/5).

Selain itu, tambah Soesnadi, kedua direksi itu juga dianggap tidak memberikan jaminan perlindungan kepada jajaran jabatan struktural. Bahkan cenderung melakukan KKN. Bukan itu saja, kedua direksi tersebut juga terlalu lama memimpin hingga 2 sampai 3 kali periode.

“Apalagi sampai tidak melakukan pembinaan dan koordinasi serta trasnparan terhadap para bagian (bawahannya). Selain itu, juga tebang pilih dalam melakukan kebijakan. Disisi lain, kesejahteraan karyawan juga menurun, bahkan hilang lima kali gaji selama periode kepemimpinannya yang biasa per tahun menerima 18 kali gaji,pernyataan ini akan kami sampaikan ke Bupati,” tuturnya lagi.

Menurut Koesnadi, bila kejadian ini dibiarkan berlarut dikhawatirkan perusahaan daerah yang mengelola keuangan milik kabupaten Brebes ini akan kolaps alias bangkrut.

Menanggapi hal tersebut,Direktur Utama (Dirut) PD BPR Puspa Kencana Brebes, Cipto Budi P saat dimintai keterangan membantah. Dia mengaku merasa sudah melakukan semua tindakan dan keputusan sesuai dengan rambu-rambu, atau regulasi yang sudah ditetapkan BI dan Pemkab Brebes.

“Kami tidak merasa kalau kami dianggap tidak layak atas Laporan Hasil Penilaian (LHP) BI. LHP BI yang mana? Justru kami melaksanakan LHP BI sesuai aturan,” tegas Cipto. (Hendrik)

Posted in: Ekonomi & Bisnis