BrebesNews.Co 12 May 2013 Read More →

Melihat Lebih Dekat Potret Buram Siswi Miskin Brebes

* Ujian Nasional sambil Ngemong Adik Bayinya

kiki 1

BREBESNEWS.CO -Bagi beberapa siswa ataupun siswi, masa kanak-kanak adalah sebuah kebahagiaan sendiri, apalagi siswa-siswi dari kalangan ber-ada. Saat semua kebutuhan tersedia, dan tidak ada beban tanggung jawab yang harus ditanggungkan, sepertinya kegiatan sekolah dirasakan terasa menyenangkan.

Namun lain bagi Kiki Agustian (12) Siswi kelas 6 SDN II Kemurang Kulon  kecamatan Tanjung ini. Ketika semua teman siswa-siswinya sibuk dengan membaca ulang buku ajar agar bisa mengerjakan ujian yang dilaksanakan, Kiki justru masih sibuk memandikan Aulia Putri, adiknya yang masih berusia lima bulan, yang kemudian di-emongnya mengikuti ujian nasional yang sedang dihadapinya senin hingga rabu kemarin. (6-8/5).

Dalam rumah yang sangat sederhana dengan tembok dari bilik yang di cat kuning kusam dan berlantai semen itu, Kiki tinggal bersama sang ibu, Kastiah, 35 tahun, dan dua adiknya, Aulia Putri 5 bulan), dan Ferdy Gunawan, 7 tahun. Sedangkan ayahnya, Fathoni, 40 tahun, merantau ke Bogor, Jawa Barat sebagai buruh lepas, yang kini jarang pulang. Makanya biaya nafkah sehari-hari ditanggung ibunya. Bila ibunya bekerja sontak Kiki-lah yang harus merawat adiknya yang baru berusia 5 bulan ini.

Setelah semua pekerjaan rumah selesai pukul 07.00 WIB, Kiki pun bergegas mengambil selendang untuk menggendong Aulia ke sekolah. Jarak dari rumahnya ke sekolah sekitar 1,5 kilometer. Dengan jalan kaki, Kiki membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Karena menggendong bayi ke sekolah, Kiki menjadi pusat perhatian di sepanjang perjalanan. Namun, gadis kelahiran 17 Agustus 2000 itu tidak menggubris. Langkahnya tenang. Matanya menerawang jauh ke depan.
Sesampainya di sekolah, Aulia adiknya yang di bawa ke sekolah langsung diminta guru kelas VI, Lisa
Lindawati wali kelasnya di kelas VI, untuk diasuhnya selama kiki mengikuti ujian agar bisa berkonsentrasi menjawab soal-soalnya.

Kepada sejumlah wartawan Lisa menambahkan, di hari pertama ujian nasional, Senin, 6 Mei 2013, Kiki datang terlambat. Sebab, banyak pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan. Adapun Selasa, Kiki nyaris tidak masuk sekolah. Beruntung Lisa dapat membujuknya. “Dia bersedia ikut ujian asal diperbolehkan mengajak Aulia.”

Sepekan sebelum ujian nasional, Kiki sempat membolos 10 hari. Demikian pula Ferdy Gunawan adiknya yang baru duduk di bangku kelas II SD N Kemurang Kulon II. Sebab, Kastiah jatuh sakit. Pihak sekolah pun memberi bantuan ala kadarnya untuk uang saku kedua siswa itu agar bersedia kembali ke sekolah.

Ditemui seusai ujian nasional yang sudah di laluinya, Kiki mengaku cukup mudah mengerjakan semua materi pelajaran yang diujinasionalkan. Sebab, ia rutin belajar di rumah tiap pukul 19.00 WIB sampai 22.00 WIB.Namun anehnya, bila lulus SD nantinya ia mengaku tidak ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama.

Bahkan, saat ditanya ihwal cita-citanya, Kiki hanya menggelengkan kepala. “Tidak punya cita-cita. Tidak mau jadi apa-apa,” ucapnya polos.

Sekali lagi hidup harus di lalui anak sekecil Kiki dengan berbagi beban hidup bersama orang tuanya yang jadi buruh serabutan seperti mencari rumput ternak, dan buruh petik tanaman cabai dengan upah tidak lebih dari 20 ribu per-hari. Dengan kondisi demikian, Ibunya tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan untuk mimpi menyekolahkan Kiki setinggi langit, bisa lulus SD saja rasanya sudah merupakan prestasi luar biasa. (Hendrik)

Posted in: Pendidikan, Sosial