By 23 June 2013

Artikel “Manajemen Kompak” Antar Tri Makno Guru SD 01 Brebes Juara I Nasional

* Sisihkan 175 Peserta Kelompok Kegiatan Guru (KKG) Se Indonesia

tri makno dapat hadiah

BREBESNEWS.CO -Artikel berjudul ‘Manajemen Kompak’ Membangkitkan Putri Tidur karya Tri Makno Hartanto SPd berhasil meraih Juara I Penulisan Artikel Best Practises Kelompok Kerja Guru (KKG) tingkat Nasional. Guru SD Brebes 01 ini mampu menyisihkan 175 peserta perwakilan KKG dari seluruh Indonesia.

Tri Makno sebagai duta KKG Gugus Kartini Brebes meraih nilai 968. Dia berhak memboyong hadiah iPad senilai Rp 10 Juta dan Piagam Penghargaan dari Direktur Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sedang juara II diraih Juni Susanti SH SPd MPd (850) dari KKG Abepura Papua dan Juara III Abdul Rivai AMa (848) asal KKG Remote Pensu Jaya Papua.

Dihadapan 15 dewan juri, Tri Makno mampu mempresentasikan karyanya dengan piawai pada Simposium Nasional Program Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU), di Hotel Mercure Ancol, Jalan Pantai Indah Ancol Jakarta, Kamis 21/6 lalu.

“Alhamdulillah, saya bisa meraih juara I yang tentunya bisa membanggakan Brebes,” ujarnya merendah.

Sebaagai Ketua KKG, dia menerapkan manajemen Kekeluargaan, Open Manajemen, Profesionalisme, Akuntabilitas dan Kredibilitas (Kompak). Dengan manajemen Kompak, Warga Perumahan Griya Praja Pasarbatang Brebes ini mampu menjadi pelopor rekan-rekan dan KKG yang dipimpinan bisa mandiri dalam melaksanakan sustainability program bermutu.

Menurut penuturan Tri Makno, peserta lomba berasal dari berbagai daerah dalam kondisi daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T). Sehingga cara penyajiannya pun variatif. “Lebih menitik beratkan pada motivasi, inovasi, dan kreatifitas guru,” kata Tri Makno.

Suami dari Sri Rahayu SPd yang juga guru SD itu merasa bersyukur karena bisa menjadi guru di Jawa dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang memadai. Bila dia membandingkan salah seorang peserta dari daerah terpencil Papua. Suhadi misalnya, untuk mencapai tempat tugasnya harus menyusuri sungai yang banyak Buaya dengan perahu sederhana. Tetapi Suhadi mampu melakukan inovasi pembelajaran Matematika dengan cara memasak, dengan alasan makan menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa.

Teman lainnya, lanjut Tri Makno, guru dari Sulawesi melakukan pendekatan mengajak siswa mandi di sungai, karena siswanya banyak yang tidak mandi. “Karena Brebes sudah dikategorikan sebagai daerah terdepan (maju) maka saya, menerapkan fungsi manajemen,” ucapnya.

Dengan manajemen kompak, Gugus Kartini menuai juara II Lomba Gugus tingkat Kabupaten Brebes 2011. Padahal, sebelumnya tidak pernah meraih juara. Selain itu, SD Brebes 01 juga berhasil menjadi Juara II Lomba Kinerja Kepala Sekolah dan juara II Lomba Kebersihan tingkat Kabupaten.

Untuk guru anggota Gugus Kartini, tercatat 3 orang menjadi juara harapan II tingkat Provinsi pada Simposium model penanaman nilai-nilai wawasan kebangsaan. Termasuk Tri Makno menjadi juara 1 Guru Berprestasi tingkat Jawa Tengah 2012 dan finalis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tingkat Nasional.

Dengan manajemen Kompak, lanjut Tri Makno, KKG Gugus Kartini mampu menciptakan suplemen bahan ajar Cermin sebegai buku refrensi dan latihan kompetensi. “Lewat bahan ajar ini, anggota KKG bisa memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), penambahan income dan kesejahteraan,” tandasnya.

Dari berbagai keberhasilan diatas, menguatkan model manajemen kompak dapat diterapkan pada pola kepemimpinan yang lain. Karena lebih fleksibel, luwes, menjunjung tingg rasa kekeluargaan, hormat menghormati, penuh kejujuran, kebterbukaan dan kebersamaan. Muaranya, tujuan pendidikan nasional melalui KKG bisa tercapai. “Barangkali dari sudut itu, dewan juri memutuskan karya saya sebagai yang terbaik. Manajemen kompak, ibarat Pangeran yang tengah membangunkan putri tidur,” pungkasnya. (Ilmie)

Posted in: Pendidikan, Serba Serbi