By 16 June 2013

Brebes Merupakan Sentral Thoriqoh At – Tijaniyah Di Jawa Tengah

* 20 ribu orang Kunjungi Khaul Syeh Ali Basalamah Jatibarang yang ke-35

khaul

BREBESNEWS.CO -Lebih kurang 20 ribu orang mengunjungi Khaul Akbar Pendiri Tarekat At Tijaniyah di Brebes Syeh Ali Basalamah ke-35. Terbukti, tenda dengan luas 4 ribu meter persegi tidak mencukupi. Bahkan pengunjung hingga memenuhi jalan dan menumpang di rumah-rumah penduduk.

“Alhamdulillah pengunjung membludak hingga sampai ke rumah-rumah penduduk,sekitar 20 ribuan,” ujar Ketua Panitia Syeh Sholeh Muhammad Basalamah yang merupakan Cucu dari Syeh Ali.

Dia menjelaskan, Syeh Ali Basalamah meninggal dalam usia 77 tahun. Semasa hidupnya, Syeh Ali Basalamah hanya belajar dan mengajar. Sehingga sampai meninggal memiliki santri hingga ribuan. Beliau merupakan pendiri tarekat Tijaniyah di Brebes.

Peringatan tahunan atau haul untuk para sesepuh yang telah berpulang ke rahmatullah dengan membaca doa shalawat dan tahlil, serta ditambah tausiyah dari para ulama bisa menjadi solusi rohaniyah. Kegiatan sangat diperlukan oleh masyarakat di zaman sekarang.

“Ulang tahun kematian atau haul, menjadi solusi ruhaniyah bagi kita yang masih hidup,” ujar pengasuh pondok pesantren Darussalam Jatibarang Syeh Sholeh Muhammad Basalamah yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Haul ke-35 Syeh Ali Basalamah di Pemakaman Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Jawa Tengah, Ahad (16/7).

Terkadang, lanjut Syeh Sholeh, seorangpun belum tahu siapa sebenarnya yang pandai menentukan pilihan hidup. Syeh Sholeh menyitir Hadits Nabi Muhammad SAW, yang menyatakan hanya ada dua orang yang tergolong pandai. “Yakni orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan orang yang selalu berbuat untuk kehidupan akherat,” ujar Syeh Sholeh yang pada tahun 2007 mendapat undangan raja Maroko Malik Muhamad Assades beserta 3000 ulama dari 62 negara itu.

“Brebes merupakan sentral Toriqoh Atijaniyah di Jawa Tengah,” paparnya.

Pembicara dalam khaul tersebut antara lain Syeh Muhammad Al Jakani dari Maroko. Dalam ceramahnya yang diterjemahkan oleh Syeh Soleh, menandaskan penting birul walidain (berbakti pada orang tua). Termasuk menghormati guru-guru kita yang sudah meninggal dunia. Dan perlu bersyukur dan berterima kasih menjadi santri almarhum Syeh Ali Basalamah.

Untuk itu, perlu terus menerus dipupuk kebaktiannya dengan menjadi anak rohani Syeh Ali Basalamah dengan istiqomah. Dengan Birul Walidain secara istiqomah berharap pada akhir hayatnya jadi Khusnul Khotimah.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Brebes Narjo, Ketua Forum Silaturahmi Antar Majelis Taklim (Forsamat) Brebes, Tegal dan Slawi dan para tamu undangan lainnnya. (Ilmie)

Posted in: Serba Serbi