BrebesNews.Co 5 June 2013 Read More →

Mantan Kades Pakujati Paguyangan Di duga Tersangkut 6 Kasus Korupsi

* Saat Ini Mantan Kades Pakujati Tercatat Sebagai Caleg (DCS) Wanita PDIP

BREBESNEWS.CO – Mantan Kepala Desa (Kades) Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, beriinisial (SA) dilaporkan tersandung sejumlah kasus dugaan korupsi saat masih aktif menjabat sebagai kepala desa. Meski tersangkut dugaan korupsi, namun hingga kini sepertinya mantan kades tersebut  belum ter- sentuh hukum. Bahkan saat ini SA tercatat sebagai calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan tercatat sebagai wakil dari dapil 2, meliputi kecamatan Bumiayu, paguyangan Dan Sirampog.

korupsiBerdasarkan informasi yang berhasil diperoleh beberapa wartawan menyebutkan, sejumlah kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh (SA) diduga ada 6 kasus.

6 kasus tersebut, antaranya, yang pertama kasus dugaan penyalahgunaan dana Karang Taruna desa tahun 2012 sebesar Rp 5o juta.Kedua, kasus dugaan korupsi pada proyek talud irigasi tahun 2009. Dimana terdapat sisa anggaran sebesar Rp 29 juta, namun sisa anggaran tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadinya. Bahkan, yang bersangkutan juga mengakuinya dalam surat peryataan diatas materai yang dibuatnya yang ditunjukan kepada pengurus BPD setempat.

Ketiga, kasus bantuan vaksin flu burung dari Dinas Peternakan Kabupaten Brebes tahun 2011, yang diberikan tidak tepat sasaran. Harusnya bantuan tersebut diperuntukan bagi peternak kecil, namun diberikan kepada peternak atau pedagang besar. Kempat, kasus dugaan penyalahgunaan dana pemugaran rumah tahun 2011.Dana pemugaran rumah atas bantuan pemkab Brebes sebesar Rp 25 juta untuk diberikan kepada 10 rumah warga yang tak layak huni itu tidak ada laporan pertangung jawaban secara transparan.

Kelima, kasus dugaan korupsi pada hasil sewa tanah bengkok desa sebesar Rp 20,5 juta. Dan keenam adalah kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan gedung olahraga atas bantuan dari dana aspirasi DPRD Brebes. Pada kasus ini, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) diinformasikan juga sudah turun kelapangan untuk mengkrosceknyai keenam kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan Kades Pakujati ini. Kasus tersebut yang juga telah dilaporkan dan ditangani oleh Mapolres Brebes bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi-saksi.

Menyikapi hal tersebut, mantan Kades Pakujati, Siti Aminah atau (SA) saat dikonfirmasi melalui handphonya tidak memberikan jawaban dengan tidak mengakat ponselnya. Begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan SMS tidak ada tanggapan.

Salah satu aktifis LSM Gugat Untung Subagyo, yang berada di wilayah Brebes selatan saat dikonfirmasi kebenaran laporan adanya dugaan korupsi mantan kepala desa Pakujati, rabu (5/6), membenarkan adanya beberapa kasus dugan korupsi yang dilakukan oleh SA, yang telah ditangani oleh Mapolres Brebes bagian Tipikor.

Sementara, Sekretaris DPC PDI P Kabupaten Brebes, H. Illia Amin saat ditemui di kantornya sekertariat DPRD Brebes mengatakan, sepanjang yang bersangkutan (Siti Aminah) telah resmi menjadi terpidana atas beberapa kasus dugaan korupsi, maka partainya akan mencoretnya dari daftar pencalegan.

“Artinya, kalau beberapa kasus dugaan korupsi itu memang terbukti di persidangan, maka dia bisa dicoret dari daftar pencalegan,” ujar Illia Amin.

Namun, saat ditanya apakah partainya akan segera memanggilnya untuk diklarifkasi atas beberapa kasus dugaan korupsi yang dilakukannya itu, pihaknya belum bisa memberikan kepastian.

Ketua BPD Desa Pakujati, Warsum saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya beberapa kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan Kades setempat yang dilaporkan ke polisi. Dia menilai adanya laporan beberapa kasus tersebut karena diduga terkait masalah persaingan suhu politik dalam pencalegan yang sudah mulai memanas di wilayah Brebes selatan.

“Akan tetapi hal itu sudah mulai kondusif dan tidak ada masalah apa-apa lagi di desanya. Intinya semuanya sudah berjalan dengan kondusif,” aku Warsum saat dihubungi melalui handphonenya. (Hendrik)

Posted in: Hukum, Serba Serbi