BrebesNews.Co 6 June 2013 Read More →

Usai Kelulusan, Orang Tua Siswa SMPN 1 Brebes Keluhkan Banyaknya Iuran

* Iuran Pengambilan Ijazah Sebesar 75 Ribu Dan Uang Kenangan Buat Beli Kursi Aula Per-Anak 275 Ribu Rupiah.

iuranBREBESNEWS.CO – Sejumlah orang tua siswa sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 1 Brebes mengeluhkan banyaknya iuran usai anaknya mengalami kelulusan sekolah. Pasalnya uang iuran tersebut dianggap memberatkan, mengingat usai kelulusan anaknya juga harus menempuh pendidikan masuk ke SMA yang juga butuh biaya.

” Jelas kami keberatan dengan banyaknya iuran yang di kutip pihak sekolah SMPN 1. Untuk iuran pengambilan ijasah di kutip 75 ribu plus iuran sumbangan kursi aula sebanyak 275 ribu sebagai uang kenang-kenangan sekolah yang harganya per buah sekitar 400 ribu rupiah, dan itu ditanggung 3 siswa yang hendak lulus,” Ujar salah satu orang tua siswa asal kampung kota Baru Brebes yang tidak mau di sebutkan namanya kepada BREBESNEWS.CO kamis (6/6).

Menurutnya lagi, selain itu siswa yang sudah dinyatakan lulus pun harus bayar lagi uang perpisahan per-anak sekitar 35 ribu dan uang album sebesar 30 ribu rupiah. Jadi total kalo dijumlahkan sebesar 415 ribu rupiah ribu rupiah per-anak. Bila di jumlahkan dengan 260 siswa yang lulus berarti akan terkumpul sekitar 107.900.000 juta rupiah.

“Yang tidak dimengerti lagi untuk uang perpisahan juga di bebankan pada murid kelas di bawahnya sebesar 30 ribu rupiah per-siswa. Berarti kan masih banyak lagi uang yang terkumpul dari hasil kutipan iuran, ” tambahnya.

Sementara Hal lain yakni soal iuran Pramuka, padahal kelas 3 tidak ada kegiatan ekstra kulikuler Pramuka, tapi tetap di kutip biaya pramuka yang besarannya sekitar 75 ribu saat siswa daftar ulang dari kelas 2 ke kelas 3.

“ Pernah seseorang tua siswa mempertanyakan hal itu, dan di jawab oleh guru uang akan dikembalikan, namun hingga saat ini uang tersebut tidak juga dikembalikan. Padahal siswa kelas 3 mencapai 260 orang siswa,” ujarnya.

Katanya sekarang ada Biaya Operasi Sekolah (BOS), mengapa banyak iuran yang harus di pungut tuturnya lagi.

Dr. Tahroni kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Brebes, saat di mintai tanggapan perihal banyaknya iuran yang memberatkan orang tua siswa dengan menghubungi via telepon selulernya tidak mau menjawab, dengan tidak mengangkat teleponnya. (Afif/Hendrik)

Posted in: Pendidikan, Serba Serbi