BrebesNews.Co 13 June 2013 Read More →

Sisa Utang Tinggal 10 Juta, Rumah Juragan Bawang Cipelem Bulakamba Di Eksekusi

* Sempat Terjadi Ketegangan Ketika Hendak Terjadi Pengosongan

IMG_20130612_125449-1BREBESNEWS.CO -Karena terbelit hutang dan tak sanggup melunasi dengan salah satu bank swasta, bangunan rumah dan tanah milik Bapak Akhmad Jaelani (50), juragan bawang merah asal Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, dieksekusi oleh tim Pengadilan Negeri (PN) Brebes, setelah melalui proses lelang yang di menangkan Cokro Aminoto. Eksekusi rumah dari PN dengan disertai beberapa petugas kepolisian dilaksanakan Rabu (12/6).

Mulanya proses eksekusi sempat terjadi bersitegang dan sedikit alot, ketika tim eksekusi dari PN Brebes yang dipimpin Panitera Sekretaris PN Brebes, Sumitro SH itu bersama puluhan polisi mendatangi rumah yang akan dieksekusi. Aksi pengosongan rumah dan tanah milik juragan bawang tersebut, juga menjadi tontonan ratusan warga stempat. Namun pihak pemilik rumah akhirnya pasrah dan mau menerima proses eksekusi tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Pengadilan Negeri Brebes, termohon ( Akhmad Jaelani ) saat itu mengajukan pinjaman senilai Rp 120 juta dengan jaminan rumah dan tanahnya. Kemudian, termohon baru bisa menutup hutangnya senilai Rp 110 juta, namun entah karena suatu hal, sisa pelunasan 10 juta termohon belum juga melunasi hutangnya.

Di lain Hal,Pihak bank swasta tersebut kemudian menyita jaminan dan melelangkan melalui Badan Lelang Negara di Kota Tegal. Melalui lelang itu, Cokro Aminoto selaku pemohon (peserta lelang ) dinyatakan menang, dan dinyatakan sebagai pembeli sah rumah dan tanah termohon (Akhmad Jaelani).

Hingga turun surat pemanggilan eksekusi, sampai 3 kali,termohon urung hadir atas pemanggilan itu hingga pemohon ( Pemenang lelang Bangunan dan tanah milik Akhmad Jaelani ) mengajukan gugatan perdata ke PN Brebes. Setelah proses peradilan perdata pemohon dinyatakan memenangkan lelang sekaligus gugatan yang diajukan pemohon, akhirnya pihak PN melakukan upaya untuk melakukan eksekusi.

Panitera Sekretaris PN Brebes, Sumitro mengatakan, pihaknya melaksanakan eksekusi rumah termohon karena atas dasar keputusan Pengadilan Brebes.”Kami disini hanya mengemban tugas untuk melaksanakan keputusan itu. Intinya, pada hari ini untuk melaksanakan penetapan pengosongan rumah atas permohonan Cokro Aminoto dan Sumitri,” terangnya.

Sekedar informasi, Dengan rasa sedih pihak termohon akhirnya menerima putusan dan bersalam dengan pihak pemohon di sela-sela eksekusi itu di saksikan Kuasa Hukum dan Pihak Pengadilan Negeri Brebes.

Sementara itu koordinator temohon (Akhmad Jaelani-red ) yang di kuasakan Suntoro, tetap akan melakukan upaya hukum lanjutan, karena dalam proses lelang serta putusan PN sepertinya terdapat kejanggalan.

” Adapun pihak Akhmad jaelani, menerima esksekusi karena menghormati putusan Pengadilan, namun pihaknya akan tetap mengupayakan perlawanan hukum lagi dengan melakukan banding ke pengadilan tinggi, karena acara pelelangan serta putusan PN dianggap ada yang janggal,” kilah Suntoro. (Hendrik)

Posted in: Hukum