BrebesNews.Co 3 July 2013 Read More →

35 Orang Brebes Positif Terkena HIV/AIDs

KPA

BREBESNEWS.CO -Distribusi kasus baru HIV/AIDs di Kabupaten Brebes periode Januari hingga Juni 2013 mencapai 35 kasus. Dari 35 orang yang positif terkena HIV/AIDs 4 orang di antaranya meninggal dunia. Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Brebes Narjo saat Pertemuan Sub-sub Recipient (SSR) GF-ATM SSF Quartely 12 KPA Kab Brebes di rumah makan Mbok Berek Brebes, Rabu (3/7).

Banyaknya kasus ditahun 2013, kata Narjo, antara lain dipicu oleh tumbuhnya warung remang-remang dan tempat mesum lainnya.

“Kami akan menginstruksikan kepada Satpol PP untuk terus menggelar razia, agar Brebes Bersih dari segala penyakit masyarakat,” tegasnya.

Meskipun ditengarai penjaja seks komersial yang ada di Brebes bukan berasal dari warga setempat, tetapi harus terus dibersihkan. Narjo tidak ingin masyarakat Brebes kecipratan dosa.

Kasus HIV/AIDs kali pertama ditemukan tahun 2006 di Tonjong. Dan tahun itu terdapat 5 orang yang positif mengidap HIV/AIDs. Tahun 2007 tidak diketemukan kasus alias nihil, tahun 2008 ada 3 kasus, tahun 2009 terdapat 5 kasus, tahun 2010 meningkat drastis menjadi 25 kasus.

Terbesar pada tahun 2011 karena telah diketemukan 49 sedangkan tahun 2012 menurunlagi menjadi 25. “Brebes yang kelihatannya adem ayem, ternyata banyak juga kasus yang mencuat,” papar Narjo keheranan.

Selama kurun waktu 2006-2012, penderita mayoritas masih berusia produktif karena berkisar antara umur 20 hingga 39 tahun. Dan bila dilihat dari sebaran kecamatan penderita terbanyak dari Kecamatan Brebes sebanyak 25 orang, Wanasari 19 orang dan Tanjung 12 orang.

Sedangkan untuk penderita dengan latar belakang pekerjaan justru menimpa ibu-ibu rumah tangga yang mencapai 36 orang penderita. Urutan kedua Wiraswasta 20 orang dan pedagang 10 orang. “Kenapa banyak ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDs ditengarai karena tertular oleh suaminya yang suka jajan,” paparnya.

Sekretaris KPA Brebes Slamet Tohani menjelaskan, pihak KPA telah melakukan langkah-langkah antisipatif. Antara lain pembentukan Outlet Kondom sebanyak 85 buah, supervisi 9 Kecamatan, penyegaran dan pelatihan pengelola outlet kondom, distribusi kondom ke semua outlet di wil. Kab. Brebes.

Sosialisasi penggunaan kondom bagi Lelaki Berisiko Tinggi, sosialisasi program pencegahan HIV/AIDS melalui Transmisi Seksual, sosialisasi cara Penularan, Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS melalui siaran radio setiap malam Senin, sosialisasi cara Penularan, Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS terhadap anak sekolah tingkat SMP dan SLTA di Kab. Brebes dan pertemuan rutin 3 bulanan dengan SKPD dan stekholder terkait.

Tapi yang sangat berperan, kata Tohani, ada empat komp yang berperan penting dalam program penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Keempat komponen tersebut yakni KPA, LSM Peduli HIV/AIDS, Dinas Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan. “Keempat komponen penting tersebut harus terus bersinergi,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan program dan capaian kegiatan dari SSR Fatayat NU 01 Jateng oleh Dra Hj Nurhasanah. Dalam paparannya, Nurhasanah menemukan kasus balapan motor liar dengan hadiah seks bebas. (Ilmie)

Posted in: Sosial