BrebesNews.Co 25 July 2013 Read More →

Anggota DPRD PKS: Bupati Itu Milik Rakyat Brebes Bukan Milik Satu Partai

* Soal Dugaan Adanya Kepentingan Caleg Partai Dalam Kegiatan Taraweh

dddddaaaaBREBESNEWS.CO-Kegiatan Taraweh Keliling(Tarling)atau safari Ramadhan seyogya nya untuk solat bersama mensucikan diri di Bulan Puasa kini tercoreng oleh sikap Pemda yang tidak mengundang wakil rakyat dalam kegiatan itu.

Hal ini membuat sejumlah anggota DPRD Brebes kecewa kerana tidak diikutsertakan serta dalam kegiatan safari keliling ini memunculkan polemik di masyarakat bahwa eksekutif dan Legislatif terkesan tidak Harmonis.

Anggota DPRD,Abdullah safaat,ST menuturkan, Kegiatan Taraweh Keliling yang dilaksanakan pihak Pemda Brebes seharusnya melibatkan Pihak Legislatif. Kegiatan Bupati terkesan tidak perlu di ketahui oleh Wakil Rakyat.

” Kami sangat menyayangkan sikap Bupati yang tidak mengundang anggota Dewan dalam kegiatan tersebut.Pihak Kami kecewa Bupati bersama SKPD melakukan kegiatan tanpa pengawasan legislatif.” jelas Safaat anggota DPRD asal PKS kepada BREBESNEWS.CO (25/7) saat ditemui di sekertariat DPRD.

Ia mengaku selama kegiatan Tarling Pemda kerap memberikan bantuan yang sifatnya aspirasi, beberapa di antaranya aspirasi DPR. Ketidakikutsertanya anggota dewan perlu di pertanyakan. Apalagi setiap Kegiatan itu, bupati mengajak Caleg dari satu partai tertentu.

“sangat kecewa sekali,Bupati itu sudah menjadi milik rakyat Brebes, seharusnya tidak di tunggangi pihak politik dari partai tertentu.”tandas Safaat

Hal sama juga di utarakan, tandas Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Brebes, Wahidin. Kabar yang beredar, kegiatan Safari Ramadan Bupati ini banyak melibatkan unsur partai tertentu dan terkesan membawa misi kampanye caleg yang dikenal dekat dengan bupati. Padahal, sebagai pejabat publik, bupati adalah milik masyarakat Kabupaten Brebes.

” Dalam kegiatan tarawih keliling bupati sekarang ini seperti ditumpangi kepentingan politik. Kami menyesalkan jika itu betul. Apalagi selama ini bupati juga sudah sering diingatkan masyarakat agar jangan mau ditunggangi kepentingan politik dalam kegiatan resmi. Apalagi jika itu disengaja,” aku Wahidin di kantor DPRD Brebes.

Wahidin menambahkan,Selain itu, bukan bermaksud membanding-bandingkan, tarawih keliling di Kecamatan Tanjung saja kemarin tidak ada anggota dewan yang diundang. Muspika juga tidak dilibatkan.

” Sebelum-sebelumnya semuanya diundang tanpa melihat latar belakang politik. Tapi rupanya ada misi kampanye makanya kami tidak diundang,” Tandas Wahidin asal partai Hanura ini.

Sementara itu, bupati Idza saat hendak di konfirmasi soal adanya dugaan pengondisian acara Taarweh Keliling untuk kepentingan pengenalan caleg partai tertentu, tidak mau berkomentar dengan alasan sibuk. (Hendrik)

Posted in: Politik, Serba Serbi