BrebesNews.Co 8 July 2013 Read More →

Kabag Kesra Mabruri : Kesadaran Zakat Di PNS Brebes Masih Minim

* Harusnya Zakat Gaji PNS 1,5 Milyar Satu Bulan, Namun Terkumpul Hanya 19,9 Juta Rupiah

sosialisasi UU Zakat

BREBESNEWS.CO -Harta yang kita miliki, tidak mutlak milik pribadi. Tetapi ada hak-hak kaum dhuafa (tidak mampu) yang harus kita sisihkan sebagian untuk mereka. Namun, tidak sedikit para aghnia (yang mampu) tidak membayarkan zakat akibat tertutup oleh kecintaan absolut pada harta pada kekayaan.

“Terlalu cintanya pada dunia, menjadikan kita tidak menunaikan zakat,” papar Dr Chusnan Zein Dosen Paska Sarjana STAIN Pekalongan saat mengisi saresehan dan sosialisasi Undang-undang Zakat No. 23 tahun 2011 di aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, Senin (8/7).

Padahal, lanjutnya, kunci keselamatan didunia dan akherat antara lain mensucikan kebersihan lahir dan batin termasuk harta. Dan prioritas cinta itu hanya untuk Allah SWT, Rosulullah SAW dan perjuangan di jalan Allah SWT.

Zakat, lanjutnya, ditasyarufkan tidak hanya kepada kaum dhuafa saja tetapi ada delapan mustahiq asnaf yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, ghorim, fiisabilillah dan ibnu sabil.

Chusnan memaparkan ada berbagai hikmah dari zakat, antara lain untuk pemberi zakat (Muzaki), zakat dapat mensucikan jiwa dari sifat kikir, mendidik berinfak dan memberi, berakhlak, sebagai manifestasi syukur atas nikmat dan karunia-Nya, mengobati hati dari cinta dunia, mengembangkan kekayaan batin, menarik rasa simpati atau cinta, mensucikan harta dan mengembangkan harta.

Saresehan dan sosialisasi UU zakat digelar Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Brebes. Lebih kurang 100 orang peserta yang terdiri dari para stakeholder pemerintah Kab Brebes, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat.

Ketua Panitia Penyelenggara Akrom Jangka Daosat MSi menjelaskan, sosialisasi bertujuan untuk memberikan bekal pemahaman tentang aturan zakat yang baru bagi stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda supaya mampu menjawab berbagai permasalahan tentang zakat di masyarakat.

Daosat MSi menambahkan bahwa dalam UU tersebut terdapat aturan yang baru terkait dengan zakat seperti dalam pasal 37 yakni adanya larangan bagi orang yang bertindak sebagai amil zakat untuk melakukan pengumpulan, pendistribusian, atau pendayagunaan zakat tanpa izin pejabat yang berwenang sehingga setiap amil zakat di masyarakat hendaknya harus dengan izin yang resmi.

Narasumber acara sosialisasi zakat, Ketua BAZ KH Zaenal Arifin, Dr KH Chusnan Zein dan Kepala Bagian Kesra Setda Brebes H Mabruri SH.

Zaenal menngingatkan, agar kita mencermati perbedaan antara zakat dan shodaqoh karena kalau zakat itu sudah ada ketentuan dalam Alquran 8 mustahiq. Dalam UU Zakat No.23 tahun 2011 pasal 4 ayat 1 yang termasuk zakat mal yakni meliputi emas, perak, logam mulia lain, uang, surat berharga, perniagaan, pertanian, perkebunan dan kehutanan, peternakan dan perikanan, pertambangan, perindustrian, pendapatan dan jasa dan rikaz.

Sementara Mabruri menjelaskan, zakat dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih minim meskipun sangat potensial. PNS di Brebes ada 12.338 orang dan hanya 108 orang yang non muslim. Bila perbulan penerimaan gaji PNS Rp 44,2 milyar maka bila dikalikan 2,5 persen maka akan menghasilkan zakat sebesar Rp. 1,5 milyar.
“Kenyataan dilapangan, zakat yang disalurkan ke BAZ Brebes pada bulan Mei misalnya, hanya 19,9 juta rupiah,” tandas Mabruri.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dewan Pertimbangan BAZ Brebes Drs KH Rosyidi, H Soewardi Wirjaatmadja dan H Mualim Hartono, juga tampak hadir Ketua PCNU Brebes H Athoillah SE MSi. (Ilmie)

Posted in: Serba Serbi, Sosial