BrebesNews.Co 21 July 2013 Read More →

Kru Humas Pemkab Brebes Nyantri Sehari Di Pondok Pesantren Al-Anwar Pakijangan

nyantri1

BREBESNEWS.CO -Disela kesibukan meliput berbagai kegiatan pemerintahan, kru Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Brebes nyantri sehari. Langkah positif ini sekaligus untuk mewarnai bulan Ramadhan agar lebih indah karena terasa dekat dengan Sang Maha Pencipta, Allah SWT.

“ Kepenatan pekerjaan, akan hilang dengan sendirinya kalau segala tugas diniati dengan ikhlas dan hasilnya dikembalikan kepada Allah SWT,” demikian disampaikan Kepala bagian humas dan protokol Setda Brebes Drs Atmo Tan Sidik saat mengunjungi pesanteren Al Anwar Desa Pakijangan Bulakamba Brebes, Sabtu (21/7).

Kedekatan dengan ulama, lanjutnya, perlu dipupuk terus untuk menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. “Humas dan Protokol kerjanya nyaris 24 jam, jadi kepenatan kerap menghinggapi personilnya untuk itu perlu refresh dengan lebih banyak pendekatan kepada Sang Khalik,” terang Atmo.

Saat nyantri, rombongan diterima langsung pengasuh pesantren Al Anwar KH Miftahusurur Anwar dalam suasana kekeluargaan. Beberapa perbincangan dan diskusi kecil mengemuka dengan penuh keakraban. Salah satunya, tema tentang rasa syukur.

Kiai Miftah bertutur agar syukur tidak hanya terucap di dalam mulut saja tetapi hendaknya direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi nikmat Allah tiada terkira dan Allah SWT tidak meminta balasan apapun.

Penulis buku biografi Syeh Imam Abil Hasan Asyadili menggariskan pentingnya rasa syukur. Apalagi ketika imbuhan umur disisakan kepada hamba-hambanya. Maka kita wajib menjaganya dengan ikhlas dan memaksimalkan kemampuan potensinya.

Realisasi dari rasa syukur yakni dengan mengejawantahkan kesalehan sosial. Baik secara pribadi maupun scara berkelompok dalam tata kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Meskipun dalam bahtera kehidupan senantiasa mengalami kegonjangan dilaut karena adakalanya penumpang dalam satu kapal ada yang usil. Misalnya dengan melakukan tindakan bodoh berupa menggeroti kapal hingga bocor ataupun mengelabuhi nahkoda.

Selain syukur, lanjutnya, kita juga harus sabar. Sabar menghadapi romantika kehidupan atau bahkan sabar ketika dihadapan kita banyak maksiat. “Kita harus sabar mengekang perbuatan maksiat,” tandas Kiai Miftah.

Acara nyantri diakhiri dengan buka puasa berbersama dan pembagian kue tar karena ada tiga kru humas yang pada bulan Juli merayakan ulang tahun. “Memaksimalkan sisa umur dengan berbuat yang terbaik kepada sesama manusia, juga perwujudan syukur,” imbuh Lusiana Indira Isni M Ikom. (Ilmie)

Posted in: Serba Serbi