BrebesNews.Co 2 July 2013 Read More →

Pemkab Brebes Segera Bentuk Komisi Perlindungan TKI

* 891 TKI Brebes Dinyatakan Bermasalah

BREBESNEWS.CO – Menanggapi masih banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Brebes yang bekerja di luar negeri dan seringkali mengalami permasalahan, Pemerintah Kabupaten Brebes akan segera membentuk Komisi Perlindungan TKI.

Hal ini ditegaskan Asisten I Pemerintahan Sekda Brebes, Suprapto, SH, Selasa (2/7) pagi saat melakukan temu dialog dengan keluarga TKI asal Kabupaten Brebes di Balai Desa Luwung Gede Kecamatan Tanjung.

tki2Suprapto menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Brebes telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pelayanan Pendaftaran dan Pengawasan Tenaga Kerja Indonesia.

Dengan keluarnya perda tersebut, lanjut Suprapto, diharapkan perlindungan terhadap TKI, khususnya asal Kabupaten Brebes akan lebih meningkat. Tidak hanya TKI yang bekerja di luar negeri tapi juga di dalam negeri.

Salah satunya adalah pembentukan Komisi Perlindungan TKI, ujar Suprapto.

Menurut Suprapto, jumlah TKI asal Kabupaten Brebes adalah yang terbanyak di Provinsi Jawa Tengah, mencapai 11 ribu TKI, dimana 891 di antaranya bermasalah.

“Kurang lebih 9% TKI asal Kabupaten Brebes mengalami berbagai permasalahan di luar negeri,” ujar Suprapto.

Terkait Perda yang baru saja disahkan, Suprapto menyampaikan bahwa Pemkab Brebes akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan peraturan bupatinya juga akan segera dibentuk.

Masalah Sihir

Senada dengan apa yang disampaikan Suprapto, aktivis dari LSM Formigrain yang juga anggota satgas TKI, Jamaludin, menyampaikan bahwa TKI asal Indonesia yang bermasalah, termasuk TKI asal Kabupaten Brebes mengalami berbagai permasalahan yang terlihat kecil.

Salah satu yang penting adalah masalah sihir, ujar Jamaludin.

Jamaludin menyampaikan ada beberapa kasus dimana TKI membawa jimat atau besel dari rumah. Namun di negara Arab Saudi, memiliki jimat atau besel adalah melanggar hukum dan masuk dalam urusan sihir. Karenanya, Jamaludin menyampaikan agar masyarakat perlu memahami hal ini.

Selain itu, Jamaludin juga mengingatkan agar TKI asal Kabupaten Brebes harus berhati-hati dengan orang yang baru dikenal. Beberapa kasus menimpa TKI asal Indonesia ketika membawakan tas milik orang lain yang ternyata di dalamnya terdapat narkoba atau barang ilegal lainnya.

“Niatnya menolong orang untuk membawakan tas. Namun karena tidak berhati-hati, banyak TKI asal Indonesia yang mengalami masalah,” kata Jamaludin.

Asisten I Pemerintahan didampingi oleh Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Atmo Tan Sidik, juga Camat Tanjung, Edy Sudarmanto, SIP serta para kepala desa. Temu dialog dihadiri oleh keluarga TKI asal Kabupaten Brebes dari 4 desa yaitu Desa Luwung Bata, Desa Luwung Gede, Desa Mundu dan Desa Kubangputat. (Afif.A)

Posted in: Serba Serbi, Sosial