BrebesNews.Co 16 August 2013 Read More →

Arti Merdeka, Untuk Pribadi Yang Ingin Merdeka

dims gustaman* Dimas Gustaman

MERDEKA !! MERDEKA !!!!! Itulah yang banyak di ucapkan dengan lantang masyarakat indonesia pada 17 Agustus 1945 saat-saat lalu.

Kini setelah 68 Tahun Republik Indonesia Merdeka, apakah benar-benar semua masyarakat Indonesia Merdeka? Menurut Wikipedia arti Kemerdekaan adalah 1.(kata benda) saat di mana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya, 2. (kata benda) saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Menilik dari arti kemerdekaan tersebut kita bisa memandang dari berbagai sudut, yang Pertama apakah benar-benar saat ini Indonesia memiliki kendali penuh terhadap kelangsungan berbangsa dan bernegara? Atau masih ada campur tangan negara (asing) lainnya?

Yang menarik jika kita melihat dari sudut pandang kedua, dimana kita sering melihat aktivis demo / pengamat mengatakan bahwa banyak masyarakat menderita (msikin) itu karena negara tidak perhatian sama mereka. Menurut hemat saya, benar Pemerintahlah yang mengatur negara ini, yang merencanakan dan menjalankan program-program agar masyarakat sejahtera dan tidak kita pungkiri banyak juga yang melenceng (bertindak koruptif ) baik di pemerintahan/lembaga negara lainnya, tetapi masyarakatpun memiliki andil pribadi apakah mereka mau sukses atau gagal (miskin).

Jika melihat arti Kemerdekaan nomor 2 diatas, bahwa Kemerdekaan adalah saat dimana seseorang mendapatkan hak umtuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan tidak bergantung pada orang lain lagi.

Di sini benar-benar perlu di cermati bahwa, hak kita-lah mau mengendalikan diri seperti apa, mau mengendalikan diri agar semangat bekerja keras dan kreatif agar banyak mendapat penghasilan, atau tidak mau mengendalikan diri dengan santai atau tidak mau bekerja tapi hanya menunggu belas kasihan orang lain saja?.

Merdeka Untuk Ber-tanggung Jawab

Dalam bukunya 7 habits of highly effective people, Stephen R. Covey mengawali Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif dengan kebiasan Pertama yaitu Jadilah Proaktif ; Ambilah inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan Anda adalah faktor determinasi primer untuk efektifitas dalam kehidupan Anda. tanggung jawab (resposibility) sebagai response – ability atau kemampuan untuk melakukan respon atas stimulus yang dihadapi.

Covey sangat jelas menggambarkan bahwa, sebenarnya apa yang terjadi dalam kehidupan kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Bukan tanggung jawab orang lain. Namun apabila semua dapat bersinergy dengan apik, betapa indahnya dunia ini. Pemerintah bersikap jujur, adil dan Bijaksana dengan membuat peraturan-program –produk hukum-pembangunan –kebebasan beragama-keamanan-pendidikan yang memadai-fasilitas kesehatan yang optimal di dukung dengan pola hidup masyarakat yang dispilin, peduli terhadap sesama, patuh terhadap aturan, pekerja keras tentunya perlahan Indonesia akan benar-benar menjadi negara yang Merdeka, Aman dan Tentram.

Kalau dulu agar bisa merdeka kita harus mempertaruhkan nyawa dengan berperang melawan penjajah, sekarang saatnyalah kita mengisi kemerdekaan dengan berperang mengendalikan diri sendiri. Kendalikan diri agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, santun, berpikiran positif dan berorientasi pada masa depan, siapapun yang akan jadi pejabat pasti mengawalinya dari masyarakat biasa, jika kita sama-sama berusaha menguatkan pondasi dari masing-masing pribadi diri kita niscaya akan jauh dari pikiran untuk berbuat jahat atau berniat korupsi.

Berubah Walau Dengan Hal Terkecilpun

AA Gym dalam khotbahnya sering berkita…ayo berubah… Berubahlah mulai dari diri sendiri, Berubahlah mulai dari hal yang kecil dan Berubahlah mulai dari sekarang. Dari pada kita sibuk mengatur atau meminta orang lain berubah kenapa tidak masing-masing dari kita mencobah merubah diri sendiri dulu, ketika kita bisa menjadi pelopor dan menginspirasi orang lain pasti banyak yang mengikuti juga jika berubahnya untuk kebaikan. Banyak di natar kita sibuk dengan mencari cara merubah sesuatu hal-hal yang besar, menguras pikiran, tenaga dan waktu, ujung-ujungnya tidak melakukan apa-apa.

Hal-hal kecilpun bisa kita mulai terlebih dahulu untuk berubah, semisal mau antri, jalan di trotoar benar-benar untuk orang jalan bukan untuk lapak dagangan atau malah buat motor/parkir, buang sampah pada tempatnya. Dari hal-hal kecil inilah perlahan kita mampu merubah hal-hal yang besar. Terakhir, hidup manusia itu pendek kita tidak tahu apa yang terjadi nanti atau besok, so sebelum terlambat berubahlah mulai dari sekarang. Yang tadinya suka malas-malasan yuk berubah menjadi rajin, yang sebelumnya suka korupsi yoo segera berubah agar menjadi jujur. Yang tadinya tidak peduli dengan keadaan di sekitar kita, yook mulailah peduli dengan sekitar kita.

Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak berusaha merubah nasibnya sendiri. Merdekakanlah diri kita dari hal-hal yang mebuat kita celaka kelak.

Dirgahayu Indonesiaku, 68 Tahun Indonesia semakin maju…. Salam berkelimpahan.

@Dimas Gustaman, Penulis adalah Certified Business Coach, Trainer & Motivator kelahiran Paguyangan Brebes. Sekarang tinggal di Purwokerto

Posted in: Opini