BrebesNews.Co 18 August 2013 Read More →

Ketua Muslimat NU, Hj Nurhalimah : Ibu Itu Madrasah Yang Berjalan

halal bi halal muslimat1

BREBESNEWS.CO -Pendidikan anak berawal dari Sang Ibu. Bila ibu salah mendidik maka otomatis kehidupan anak-anaknya akan salah asuh dan menjadi anak yang durhaka. Sejak proses percintaan, masih di dalam kandungan, dilahirkan hingga sampai dewasa peran pendidikan ibu sangat mutlak.

“ Jadi peran pendidikan awal dari ibu sangat penting untuk perkembangan jiwa dan karakter anak. Ibartanya, Ibu itu madrasah yang berjalan,” Ujar ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kab Brebes Hj Nurhalimah SH saat menyampaikan sambutan Halal Bi Halal Muslimat NU di Pondok Pesanteren Modern Al Falah Desa Jatirokeh Songgom Brebes, Sabtu (17/8).

Disini, lanjutnya, kita harus tegas mendefinisikan sebagai seorang ibu. Siapapun dia, termasuk wanita karier maupun ibu-ibu di dalam rumah tangga. Kita bisa berbuat untuk generasi yang berkualitas dengan mengedepankan pada prinsip-prinsip keteguhan moral.

Nurhalimah menandaskan, keteguhan moral bisa diujudkan bila pertama, dikatakan hidup jika kita selalu mengingat Allah SWT. Kedua, dikatakan berakal jika kita berjalan pada tujuan kita diciptakan dan dikatakan sehat bila kita tidak melakukan maksiat.

“Anak-anak kita akan hidup tidak pada jaman kita dahulu muda. Jadi tantangannya makin tidak ringan dan harus kita hadapi dengan benteng keimanan yang kuat pula,” tandasnya.

Halal bihalal diikuti para Pengurus Cabang dan Anak Cabang Se Kabupaten Brebes. Sebagai pembicara uraian hikmah halal bi halal oleh pengasuh Pesanteren Al Falah Jatirokeh KH Nasrudin SH. Dikatakan Nasrudin, perjuangan NU tidak akan pernah berhenti. Sejak star sebelum kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan sampai sekarang tiada henti-hentinya menegakan ajaran ahlusunnah wal jamaah.

Tokoh-tokoh NU di era dahulu yang turut melahirkan Bangsa Indonesia, lanjut Nasrudin, hendaknya kita jadikan contoh terbaik. Tegaknya NKRI dan merupakan harga mati bagi Nahdliyin harus terus dipertahankan sampai titik darah penghabisan. “Tidak bisa kita berteriak sebagai orang NU kalau masih ragu dengan UUD 45, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. NU menjaga empat pilar bangsa, sama halnya menjaga moralitas anak bangsa,” tegasnya.

Usai halal bi halal, seluruh ibu-ibu Muslimat beserta warga Songgom di hibur dengan penampilan grup musil Nasida Ria dari Semarang. Suasana tampak akrab penuh dengan kesucian hati seraya merayakan Kemerdekaan RI ke-68. (Ilmie)

Posted in: Serba Serbi