BrebesNews.Co 11 August 2013 Read More →

Memaknai Lebaran Dalam Terminologi Jawa

HADI MULYANTO* Oleh Hadi Mulyanto

Hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suciI.Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthor (sighat mashdar dari afthoro – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAW yang artinya :

” Dari Anas bin Malik : Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.Dalam Riwayat lain: Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil. (HR Bukhari).” Dengan demikian, makna Idul Fitri berdasarkan uraian diatas adalah hari raya dimana umat Islam untuk kembali berbuka atau makan.

Oleh karena itulah salah satu sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya idul fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci,bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh).Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh) .

”Dari penjelasan ini dapat disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yg benar.

Bagi ummat Islam yg telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yg baru dilahirkan dari kandungan Ibunya.Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang Artinya“Setiap bayi dilahirkan dlm keadaan suci.

Makna Kata Lebaran Dalam Konteks Terminologi Jawa

Dalam bahasa Jawa, hari raya Idul Fitri disebut juga dengan terminologi (istilah) Lebaran. Lebaran mengandung maksud lebar-lebur-luber-labur. Lebar dalam bahasa jawanya jembar, setelah kita menjalani puasa, hati kita menjadi lebar atau jembar, untuk bisa memaafkan hamba Allah yang bisa saja khilaf berbuat kesalahan bagi kita ataupun bagi orang lain. Lebur artinya lebur dari dosa karena seperti di ketahui, sebulan penuh umat muslim melakukan kegiatan ibadah yang hampir sempurna, ada sholat, puasa dan di tutup zakat.

Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT. Terakhir yakni Labur, artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hati kita akan dilabur menjadi putih bersih tanpa dosa,makanya wajar klo mau lebaran rumah-rumah banyak yang di labur hal ini mengandung arti pembersihan dhohir disamping pembersihan batin yang telah di lakukan.

Terkait hidangan khas waktu lebaran yaitu ketupat,dalam bahasa Jawa ketupat diartikan dengan ngaku lepat alias mengaku kesalahan,bentuk segi empat dari ketupat mempunyai makna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia. Ke mana pun arah yang ingin ditempuh manusia hendaknya tidak akan lepas dari pusatnya yaitu Allah SWT. Oleh sebab itu ke mana pun manusia menuju, pasti akan kembali kepada Allah.

Rumitnya membuat anyaman ketupat dari janur mencerminkan kesalahan manusia.Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran. Janur yang ada di ketupat berasal dari kata JAA A AL NUR bermakna telah datang cahaya atau janur adalah sejatine nur atau cahaya. Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.

Adapun makna filosofis santen yang ada di masakan ketupat adalah pangapunten atau memohon maaf.Dengan demikian ketupat ini hanyalah simbolisasi yang mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan hal ini merupakan makna filosofis dari warna putih ketupat jika dibelah menjadi dua.Sedangkan, janur melambangkan manusia yang telah mendapatkan sinar ilahiah atau cahaya spiritual / cahaya jiwa. Anyaman-anyaman diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani.

Pemaknaan hari raya idul fitri hendaknya bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk.Silaturrahmi tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halal bi halal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat.

Apalagi sekarang permohonan maaf dan silaturahmi sudah tidak mengenal batas dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti contoh lewat sms, up date status , inbox di facebook, twiter, yahoo mesenger,skipy dan email, Begitulah pentingnya silaturahmi sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya “ Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah. (HR.Daud,Tirmidzi&Ibnu Majah) . “

Lebaran, Leburan, Luberan Dan Laburan pemaknaanya memang begitu sederhana, namun efeknya kepada persatuan umat sungguh luar biasa. Selamat Hari Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Dan Bathin (*)

HADI MULYANT0, A.Ma.,S.Pd.I.
Penulis adalah Mahasiswa S2 M.Pd.I Pada Program Magister Pendidikan Agama Islam di UNWAHAS ( Universitas Wahid Hasyim ) dan MM Pada Program Keuangan dan Pasar Modal di UNISSULA ( Universitas Islam Sultan Agung ) Semarang asal Brebes.

Posted in: Opini