BrebesNews.Co 18 August 2013 Read More →

Meriahkan HUT RI ke-68, Pondok Al-Falah Jatirokeh Gelar Pasar Rakyat

pesta rakyat3

BREBESNEWS.CO -Ada cara unik yang dilakukan Pondok Pesantren Modern Al Falah Jatirokeh Kecamatan Songgom Brebes dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kemerdekaan RI. Kemeriahan itu, dalam bentuk pesta rakyat berupa makan gratis jajanan rakyat dan pawai kesenian tradisional.

“Kita harus nguri-uri budaya tradisional dan gemar makan ala rakyat,” ajak Pengasuh Pesantren Al Falah Drs KH Nasrudin di sela kegiatan pesta rakyat di komplek pondok minggu, (18/8).

Hasil cipta masyarakat, kata Nasrudin, seperti lagu, buku, makanan, budaya dan bentuk-bentuk kesenian lain banyak yang dibajak. Bahkan beberapa waktu yang lalu diklaim sebagai kebudayaan negara tetangga.

“Ini sangat naif kalau kita sendiri tidak melindunginya. Hasil cipta karya manusia yang adi luhung harus ada payung hukumnya dengan penerbitan Undang-Undang Kebudayaan,” tandas anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olah raga, pariwisata dan perpustakaan nasional.

Termasuk, jajanan ala rakyat yang beraneka ragam tumbuh dari berbagai pelosok tanah air harus pula di dilestarikan. “Walau hidup di Jakarta, makanan ala rakyat sangat klangenan dan sering dicari warga Ibu Kota,” terangnya.

Nasrudin mengajak makan bersama tetangga dan rakyat Brebes sebagai bentuk kecintaan dan kebersamaan dengan rakyat. Apalagi di hari Kemerdekaan ke-68 RI akan memiliki makna yang mendasar. Bahwa kita sudah merdeka jangan sampai ada yang kelaparan. Untuk itu perlu berbagi bersama, jangan sampai ada masyarakat Brebes yang tidak makan.

Lebih kurang tiga ribu orang tumplek blek di lapangan pondok. Tidak tanggung-tanggung, masyarakat juga dihibur dengan penampilan grup Nasida Ria Semarang. Hiburan digelar sejak pukul 13.00 – 16.00. Dengan irama yang khas, grup legendaris pimpinan Kholiq Zein itu selama tiga jam membawakan lebih dari 25 lagu andalannya. Antara lain Merdeka Membangun, Palestina, Anakku, Seni Tradisional, Masyitoh Indonesia, Nasib Desaku, Tiga Perkara, Bertaubatlah dan lain sebagainya.

Selain penampilan Nasida Ria, digelar Pawai Kesenian Tradisional. Dengan gagahnya Nasrudin sekeluarga menaiki kereta kencana. Pawai seni tradisional ini sekaligus memenuhi nadzar anak ke-5 Nasrudin yang dikhitan Reza Pahlevi.

Kesenian tradisional yang turut mengiringi antara lain Seni Kuntulan Tegalglagah, Barongsai Banjaratma, Calung Bumiayu, Rebana dan lain-lain. Masyarakat Jatirokeh dan sekitarnya kembali dibuat tersenyum gembira dengan pawai yang meriah itu dari halaman pondok hingga ke Kantor Kecamatan Songgom. (Ilmie)

Posted in: Serba Serbi