BrebesNews.Co 22 August 2013 Read More →

Pedagang Mulai Resah, Harga Gas Elpiji 3 Kg Tembus 18.000

gaas

BREBESNEWS.CO-Usai Lebaran Harga elpiji masih tetap di level 18 ribu-20 ribu, Hal ini membuat sejumlah warga di Kabupaten Brebes bingung dengan kenaikan harga gas elpiji ukuran 3 Kg. Pasalnya Sejak sepekan terakhir, harga gas Elpiji dipasaran melambung, dari Rp 13.750 per tabung naik menjadi Rp 18.000, bahkan ada yang menjual dengan harga mencapai Rp 20.000 per tabung.

Keresahan tingginya harga gas 3 kg, seperti yang diungkapkan Memet( 53) penjual Gorengan di seputar alun-alun. Memet mengaku merasa keberatan atas kenaikan harga gas ukuran 3 kg itu, karena beri-imbas pada harga dagangannya.
” Dengan harga gas 3 kg tinggi, terus bagaimana saya mau menjual gorengan saya. Kalau di mahalin takut gak laku,” ucap Memet kepada BREBESNEWS.CO kamis (22/8)

Ia menyampaikan, Pengambilan Gas Elpiji 3 Kg dari pihak pengecer sendiri mengatakan disebabkan dari agennya sendiri naik. Dalam sehari bisa menggunakan 3 tabung Gas ukuran 3 Kg.

Menanggapi kenaikan harga Gas Elpiji 3 kg, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Brebes, Heri Fitriansyah mengatakan, pihaknya meminta kepada dinas instansi Pemkab Brebes terkait untuk melakukan pemantauan di lapangan.

kenaikan harga gas 3 Kg yang tak wajar ini seperti di daerah Bulakamba dan Losari. Selain itu DPRD juga berharap pihak berwenang termasuk Pertamina turut melakukan pengecekan ke lapangan atas kenaikan harga gas Elpiji ukuran 3 kg tersebut.

” Kalau ada penyimpangan harga, Pemkab harus berani bertindak tegas, baik kepada agen, distributor maupun pengecer yang melakukan penyimpangan harga, agar menjadi pembelajaran” ujarnya.

Sementara itu,Kepala Bagian Perekonomian, Daan Susanto melalui Kasubag SDA dan Energi, Bagian Perekonomian Setda Brebes, Drs Ratim mengatakan, kenaikan harga elpiji pasca Lebaran merupakan bagian Fenomena biasa. Namun lambat laun, harga Elpiji dalam keadaan harga normal.

“Kenaikan Gas 3 kg karena Lebaran,tetapi Lebaran telah lewat harga tidak berubah sama sekali.Saat ini kami telah memantau beberapa kecamatan ditingkat pengecer dan konsumen.Hasilnya,kami jumpai harga elpiji 3 kg mencapai kisaran di atas Rp 18 ribu per tabung,di daerah Bulakamba” kata Ratim.

Menurutnya,hal itu diluar kewajaran. Namun, pihaknya akan segera mengundang para agen distributor di Brebes terkait penegasan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Penyaluran elpiji bersubsidi tabung 3 kg tersebut. Bahkan, ia sudah membuat surat edaran terkait hal tersebut.

“Kami minta para agen konsisten dan mematuhi aturan distribusi tabung elpiji 3 kg sebagai barang bersubsidi dan selalu berkoordinasi dengan PT Pertamina serta Pemda. Mereka harus mentaati HET sesuai aturan yang ada,kalau tidak atuh pada ketentuan yang ada Izin bnya bisa kami Cabut.” tuturnya.

Sesuai edaran Mendagri dan peraturan bersama Mendagri dan Menteri ESDM, HET dititik serah agen ke pangkalan atau sub penyalur Rp 12.750 per tabung. Penyalur kepada konsumen Rp 13.750 hingga Rp 14.500 per tabung, berdasar wilayah jangkauan.

Apabila masih terdapat pelanggaran atas kenaikan Harga Gas elpiji itu,Pemkab Brebes akan memasang stiker patokan harga di Tabung Gas.”Kalau masih ada pelanggaran,kami akan memasang stiker patokan harga agar konsumen mengetahui harga Gas yang di beli sesuai dengan Ukurannya,” tandas Ratim. (Hendrik)