BrebesNews.Co 4 September 2013 Read More →

Bayi Kembar Dempet Asal Pagejugan Akhirnya Meninggal

Foto0105

BREBESNEWS.CO – Bayi perempuan Kembar dempet (kembar siam ) anak pasangan Toipah (24) dan Siswoyo (34), asal desa Pagejugan Kecamatan Brebes, yang selasa (3/9) kemarin dilahirkan, akhirnya meninggal. Bayi kembar dempet tersebut meninggal rabu (4/9) pagi pukul 06.12 wib, di Rumah Sakit Daerah Umum Brebes (RSUD) setelah sempat dirawat intensif di ruang Perinatologi.

Bapak sang bayi Siswoyo menuturkan, sebelum meninggal bayinya yang mempunyai kelainan kembar dempet mengalami kritis pada jam 03.00 wib pagi. Informasi ini diperoleh dari petugas medis yang merawat bayinya. Baru setelah pukul 06.12 wib, rabu pagi, bayinya tidak sempat tertolong lagi.
” Pagi tadi bayi saya meninggal dan langsung di bawa pulang untuk segera di makamkan,” ujar Siswoyo.

Menurut Siswoyo, bayi kembar dempetnya dimakamkan di tempat asalnya di dukuh Krangkeng desa Pagejugan sekitar pukul 11.00 wib.

Seperti yang diberitakan kemarin, bayi kembar dempet (kembar siam) berhasil dilahirkan selamat di RSUD Brebes, meski dengan operasi Cesar. Namun sayangnya bayi kembar dempet yang dilahirkan kondisi badannya secara medis dinyatakan tidak normal, karena bobot keduanya hanya 3,9 Kg atau berat badan bayi per-satunya sekitar 1,9 Kg.

Bayi kembar dempet merupakan anak ke 3 dari pasangan Siswoyo-Toipah. Menurut Siswoyo, yang menikah tahun 2010 lalu, bayi pertamanya yang dikandung tidak normal karena berada diluar kandungan. Untuk keselamatan sang ibu (Toipah-red), akhirnya dioperasi hingga janin yang usianya masih sebulan tidak tertolong dan meninggal.

Kehamilan ke dua yakni saat 2012 lalu, yakni saat istrinya mengandung lagi, bayinya yang berusia baru 4 bulan, dinyatakan meninggal dalam kandungan hingga, harus di kuret.

Untuk anak ketiga, yakni bayi sekarang ini yang berhasil dilahirkam meski istrinya harus dioperasi cesar, dan ternyata yang lahir justru bayi kembar dempet (kembar siam) yang kahirnya juga nyawanya tidak tertolong lagi, karena kondisi bayi berat badannya juga dinyatakan tidak normal.

Kepada BREBESNEWS.CO saat diwawancarai soal perihal kelahiran anaknya yang sudah beberapa kali meninggal, Siswoyo yang mempunyai pekerjaan sebagai buruh tani bawang di desanya Pagejugan, hanya berujar.

“Sebagai keluarga saya tetap ingin di beri momongan. Namun dengan kejadian ini, dirinya akan mencoba memperpanjang jarak kehamilan istrinya,” jawabnya singkat. (Afif.A)

Posted in: Serba Serbi