BrebesNews.Co 5 September 2013 Read More →

Bupati Banjar Kalimantan Selatan Belajar Atasi Kemiskinan Di Brebes

kUNJ Wabup Banjar1

BREBESNEWS.CO -Meski angka kemiskinan di Brebes tergolong tertinggi di Jawa Tengah, namun, Brebes di dapuk menjadi Masterplan Percepatan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Hal inilah yang membuat pemkab Banjar provinsi Kalimantan Selatan, ingin belajar lebih lanjut tetang penanganannya, sehingga dapat diserap langkah-langkah strategis menanggulangan kemiskinan untuk diterapkan di pemkab Banjar nantinya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjar DR H Ahmad Fauzan Saleh saat memberikan sambutan kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes di ruang Rapat Sekda Brebes, kamis (5/9).

Fauzan menjelaskan, di daerahnya tidak jauh berbeda dengan Brebes yang dilanda masalah kemiskinan. Terutama menimpa Kecamatan Aluh Aluh yang terletak dipinggiran pantai. “Ada satu kecamatan yang perlu penanganan serius untuk atasi kemiskinan, yakni di Kecamatan Aluh Aluh,” kata Ahmad Fauzan.

Dia menjelaskan, penduduk Banjar tergolong sangat sedikit bila dibandingkan dengan luas wilayah yang dimilikinya. Dari luas wilayah 4,68 ribu kilometer persegi hanya berpenduduk 524 ribu penduduk yang dibagi dalam 20 kecamatan. Namun demikian masih banyak penduduk yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Rombongan yang berjumlah 16 orang itu antara lain diikuti oleh Sekda Banjar Ir H Nasrun Syah MP, Kepala Bappeda Banjar Muh Rusdi ST MT, Kepala Sekretariat Bappeda Banjar Drs A Zahyadaini MSi, para Kabid dan Kasubid serta Staf dilingkungan Bappeda Banjar serta camat Aluh Aluh Banjar H Hairil Akhyar S Sos.

Mereka diterima langsung Wakil Bupati Brebes Narjo. Atas nama Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, dia membacakan sambutan selamat datang. Antara lain mengucapkan terima kasih atas kunjungannya mudah-mudahan bisa terus terjalin silaturahmi yang barokah.

Narjo menjelaskan, tentang produk produk ungulan yang dimiliki Brebes seperti Bawang Merah dan Telor Asin yang sudah mendunia. Termasuk berbagai hasil kerajinan masyarakat seperti rebana, sanggul, batik dan lain-lain. “Semua geliat aktivitas masyarakat, ternyata mampu turut menanggulangi kemiskinan di Brebes, juga diwarnai dengan jiwa gotong royongnya yang masih kental,” kata Bupati.

Luasnya wilayah dan banyaknya penduduk di Brebes merupakan potensi yang terus digali, meski bisa saja menjadi pemicu tingginya tingkat kemiskinan di Brebes yang mencapai 21,25 persen. Dari 1,7 juta jiwa di Brebes terdapat 351.604 orang miskin. “Tapi berbagai langkah positif telah ditempuh Brebes dengan berbagai program yang digulirkan, baik dengan pendanaan APBD maupun APBN,” terangnya.

Setelah diterima Wakil Bupati, rombongan kemudian diantar Kepala Bappeda Brebes Ir Djoko Gunawan MT meninjau Pemugaran RTLH di Desa Karangsari dan Desa Bulakparen Kecamatan Bulakamba. Menurut Djoko, Bulakamba menjadi MP3KI dengan bantuan rehab rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat RI sebanyak 3.663 unit RTLH yang masing-masing rumah mendapatkan stimulan dana Rp 7,5 juta. “Sebanyak 3.200 rumah sudah selesai direhab,” pungkasnya. (Ilmie)

Posted in: Pemerintahan