BrebesNews.Co 8 September 2013 Read More →

Melongok Ketangguhan Siswa SMPN 4 Larangan Yang Ber-sepeda 4 KM Ke Sekolah

* Dari kedisiplinan berangkat pagi hingga rasa berbagi boncengan untuk siswa yang tidak mampu

pit

Di zaman sekarang ini, dimana  manusia dimanjakan oleh berbagai kemajuan teknologi transportasi seperti seperti halnya motor ,mobil dan lain-lainya yang bermanfaat bagi manusia melakukan segala aktifitas dengan cepat dan praktis. Hal ini mungkin bisa ditemui di berbagai per-kotaan, namun tidak dengan di desa Wlahar kecamatan Larangan ini.

Desa yang masih dinyatakan terpencil di kabupaten Brebes ini, Siswa-Siswinya yang bersekolah di SMPN 4 Larangan harus menggunakan sarana transporatsi seadanya semisal sepeda untuk kegiatan belajanya ke sekolah

Setiap harinya siswa-siswi harus mengayuh sepeda miliknya menuju sekolah sejauh kurang lebih sekitar 4 KM untuk beraktifitas ke sekolah dari tempat tinggalnya. Dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya, maka siswa-siswi tersebut terpaksa tiap pagi harus berangkat dari jam 06.00 wib agar tidak terlambat masuk sekolah.

Pemandangan inilah setiap pagi yang kita temui bila kita berada di desa Wlahar. Meski harus berangkat terlalu pagi dan pulangnya harus menghadapi terik matahari yang menyengat -karena biasanya jam pelajaran akan selesai pukul 13.00 wib, mereka para pelajar masih merasakan keceriaan walau rasa capek,panas menghampirinya.

“ Seneng pulangnya sama teman-temannya rame-rame jadi tidak merasa panas dan capek,” Ujar kristina kelas 2 SMPN 4 Larangan, sabtu (7/9) di sela-sela pulang dari sekolah dengan sepeda kesayangannya.

Menurut Kristina, meski lumayan jauh, namun karena banyak teman-temannya juga menggunakan sepeda, maka tenaga yang dikeluarkan untuk mengayuh sepeda tidak begitu terasa.

Tiap harinya mereka para siswa-siswi SMPN 4 Larangan, mengayuh sepeda dengan jalan yang sedikit terjal menyisir persawahan hingga menembus hutan yang menghubungkan desa Wlahar ke desa Karang Sari, dengan keberadaan sekolah di desa Tangsi atau tepatnya sebelah Kelurahan Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes.
“jauh sih dari rumah, tapi itu bukan menjadi halangan bagi kami untuk malas belajar. Yang penting kami bisa sekolah,” tambah Kristina lagi.

Tak jarang mereka yang tidak mempunyai sepedapun- (karena rata-rata tingkat ekonomi warga Wlahar juga banyak yang kekurangan)- menumpang ke sepeda teman lainya. Hal ini suatu yang lumrah, karena rasa persaudaraan,kekeluargaan,gotong royong dan kebersamaanlah mereka bisa melalui perjalanan dari rumah ke sekolah tanpa rasa ke egoisan masing-masing atau dalam bahasa Brebesnya “Bareng Rasan”.

Rasa persaudaran dan dengan konsep “ Bareng Rasan” inilah yang justru membuat para siswa-siswi ini merasa senang. Hal ini seperti yang di katakan oleh Dina 2 siswa SMPN 4 Larangan.
“ Walau terik matahari sekalipun saya tidak merasa panas atau kecapean, malah merasa senang bisa berangkat pulang bareng teman, “ ungkap Dina.

Kepedulian Masyarakat

Melongok melihat dari dekat ketangguhan siswa-siswi SMPN 4 Larangan yang kadang sebagian siswanya termasuk warga miskin memang sesekali memprihatinkan. Namun karena semangat anak-anaknya yang ingin belajar dan menempuh pendidikan yang lebih baik, sampai harus menumpang atau membonceng sepeda temannya.

Kenyataan inilah yang membuat trenyuh beberapa warga setempat, seperti guru SDN 3 Wlahar M.Zainudin. M.Zainudin dengan ikhlas memberikan sepedanya yang sudah tidak terpakai lagi untuk siswa yang tidak mampu.
“ Sepeda di rumah tidak di pakai jadi saya berikan sama anak yang khususnya tidak punya sepeda agar bisa di gunakan untuk ke sekolah” tandas M.Zainudin

Respon berbagai masyarakat serta uluran tangan ternyata bisa meringankan anak yang tidak mempunyai sepeda tetapi masih bersemangat bersekolah. Kesederhanaan alat transportasi berupa sepeda, ternyata tidak menyurutkan perjuangan anak-anak dari desa Wlahar demi meraih pendidikan, demi cita dan asa untuk kehidupan yang lebih baik. (*)
(Berita Kiriman Raeko Dhardhirjo, KPMDB Jakarta Asal desa Wlahar Larangan )

Posted in: Serba Serbi