BrebesNews.Co 24 September 2013 Read More →

Pembebasan Tanah Double Track Di Losari Akhirnya Rampung

rel ganda

BREBESNEWS.CO – Akhirnya negosiasi pembebasan lahan rel ganda kareta api (KA) di desa Losari Kidul kecamatan Losari selesai. Sekarang, proyek jalur double track bisa dipastikan akan bisa digunakan dalam akhir tahun ini.

Sebelumnya, 29 warga desa Losari Kidul kamis siang (19/9) mendatangi PN Brebes untuk menegosisasi ganti rugi pembebasan tanah proyek rel ganda secara (Konsinyasi). Sebanyak 11 orang memilih menerima hasil kesepakatan harga yang di tentukan oleh pihak pemerintah. Sedangkan 18 warga lagi memilih menolak hasil kesepakatan akhirnya menerima konsinyasi.

Ke 18 warga Losari Kidul tersebut, sebelumnya menolak hasil kesepakatan bersama, karena meminta harga diatas harga pasar Rp 2 juta per meter. Padahal tim apraisal dari Yogyakrta menaksir Rp 800.000 per meter per segi. Namun sekarang diperoleh informasi ke 18 warga yang menolak ganti rugi, akhirnya menerima.

Menurut Pihak Kepala PN Brebes Slamet S,SH,MH Pengadilan Brebes sebagai pihak penitipan uang ganti rugi tanah hasil mediasi yang berjalan alot. Pihaknya hanya memberikan upaya ganti rugi dari termohon yaitu warga Losari kidul.

Dia mengatakan sistem konsinyasi dilakukan ketika tidak ada kesepakatan harga antara pemerintah dan tanah masyarakat yang akan dibebaskan. Sistem konsinyasi tersebut yaitu Pemda menitipkan uang ganti rugi kepada pengadilan. Kemudian, warga yang merasa memiliki tanah tersebut berhadapan dengan pengadilan.

”kami hanya sebagai wadah penitipan ganti rugi yang berjalan alot sehingga pihak Satuan Kerja (Satker) dan P2T menunjuk PN Brebes dari hasil kompromi yang gagal dengan Harga yang di sahkan oleh pemerintah dengan ganti rugi sebesar 800 ribu/M,” jelas Slamet kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.

Hal senada juga di ungkapkan Wakil Pansek PN Brebes,Sudrajat SH. Menurutnya pihak Pengadilan Negeri Brebes telah menyelesaikan semua ganti rugi terkait Proyek doubel Track untuk wilayah Losari Kidul. Ke 18 warga yang sebelumnya menolak, kini menerima hasil konsinyasi.

”Sebelumnya 18 warga menolak, karena meminta ganti rugi kini mereka telah menyelesaikan konsinyasi,” tandas Sudrajat, selasa(24/9) di ruang kerjanya. (Hendrik)

Posted in: Serba Serbi