BrebesNews.Co 22 September 2013 Read More →

Potret Pengais Rejeki Di Tengah Kemacetan Jalan Pantura Brebes

IMG_20130921_120147

BREBESNEWS.CO – Di saat sebagian warga mengeluhkan adanya kemacetan yang terjadi di jalan Pantura Brebes akibat adanya perbaikan, ternyata ada sebagian masyarakat lagi yang merasa diuntungkan. Masyarakat yang diuntungkan inilah yang bergerak di bidang pedagang asongan.

Kemacetan terjadi karena adanya pembongkaran total di jembatan sungai Pemali serta di pantura Cimohong kecamatan Bulakamba, karena adanya Proyek betonisasi separuh jalan. Kemacetan di Cimohong terjadi disebabkan jalur yang digunakan hanya satu arah. Kendaraan dari arah barat terpaksa memakai dua jalur jalan sebelah selatan, hingga terjadi penyempitan satu jalur mulai jembatan babakan, Cimohong.

Dengan laju kendaraan yang melambat akibat antrian kendaraan yang padat itulah, para pedagang asongan memanfaatkannya dengan mengais rejeki menjajakan barang dagangannya. Sebagai contoh seperti pengakuan Jaya (32) warga Pejagan kecamatan Tanjung yang menjadi pedagang asongan dadakan.

Dengan adanya kemacetan hingga puluhan kilometer, dirinya beserta para pedagang asongan lainnya justru mendapatkan Keuntungan. Pasalnya dagangan yang dibawanya seperti jenis minuman, kacang-kacangan atau buah-buahan yang sudah dikemas menjadi laris terjual.

” Kami mencoba mengais rejeki di tengah kemacetan mas, yach, keuntungannya juga lumayan,” tutur Jaya kepada BREBESNEWS.CO saat dimintai keterangan seputar usaha asongannya, minggu siang (22/9).

Jaya mengaku,penghasilan pedagang bertambah karena para Supir merasa terbantu dengan adanya makanan dan minuman yang di jual para asongan sambil menunggu antrian Panjang.

” Kadang tengah hari saja dagangan saya habis terjual, dan harus belanja kembali untuk sore dan malam hari,”aku Jaya Lagi.

Dengan menjadi pedagang asongan dadakan, Jaya juga mengaku kalau per-harinya bisa membawa pulang hasil dagangnnya sebesar 50 hingga 75 ribu rupiah.

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang Asongan Anton (38) warga Persantunan kecamatan Wanasari. Menurut Anton, omset dagangannya cepat ludes apalagi di siang hari, Soalnya para supir dan penumpang merasa kehausan dan lapar.

” kalau sudah ludes saya belanja beberapa jenis minuman ringan lagi dan berjualan dari sore dan malam lagi. Mumpung antrian dan sedikit kemacetan masih kerap terjadi di jalan pantura ini karena perbaikan jembatan sungai pemali, ” kata Anton.

Anton Mengaku dengan jualan minuman ringannya bisa mengantongi rejeki hingga 70 ribu rupiah per-hari.

Berdasarkan informasi, rencana waktu perbaikan jalan Pantura Brebes, baik pembetonan jembatan sungai Pemali serta Betonisasi jalan Cimohong Bulakamba akan memakan waktu kurang lebih antara 2 hingga 3 bulan. ( Hendrik )