BrebesNews.Co 22 September 2013 Read More →

Tasrip Penghuni Gubuk Sawah, Akhirnya Dikontrakan Rumah Senilai 2 Juta Rupiah

rcwl 028

BREBESNEWS.CO -Tasrip beserta Istrinya Sri Asih dan anaknya Andi Siswant0 (13) yang menghuni gubuk tani sebagai tempat tinggalnya, di desa Rancawuluh kecamatan Bulakamba jumat kemarin (20/9) merasa lega. Pasalnya setelah kondisi keluarga yang menghuni gubuk sawah dengan ukuran 2 x 3 meter ini, di liput beberapa media, mengusik rasa iba dan simpati warga Brebes. Rasa simpati itu kemudian diwujudkan dengan memberi bantuan uang untuk kontrakan rumah.

Warga itu bernama Duladi, warga kelurahan Limbangan Kulon kecamatan Brebes yang juga selaku ketua FBH (Forum Bakti Haekal) kabupaten Brebes.

” Setelah saya melihat ditayangan televisi maupun baca di media lokal Brebes, saya merasa kasihan dan simpati apa yang dialami oleh bapak Tasrip sekeluarga” ucap Sidul panggilan akrab sehari-hari Duladi dengan nada prihatin.

Seketika itu juga Si Dul sempat mengontak pengurus Kordes (koordinator Desa) FBH Rancawuluh untuk mencari keberadaan dan mengorek informasi tentang tempat tinggalnya. Selain itu sekalian meminta untuk dicarikan rumah kontrakan layak huni untuk ditinggali Tasrip dan keluarganya walaupun dengan waktu setahun.

Setelah di cari, akhirnya kordes FBH mendapat rumah kontrakan senilai Rp 2 juta per-tahun untuk bisa ditinggali Tasrip dengan keluarganya.Selain membantu mengontrakan rumah Sidul juga memberikan sumbangan beras 20 Kg dan mie instan sebanyak 2 dus

” Inyong ngatuaraken suwun, jebule esih ana wong Brebes sing peduli keadaan kelurgane inyong. Inyong seneng nemen dikontrakna umah tapi nyong keder bayar listrike tiap wulan,” ucap Tasrip dengan logat Brebesannya

Menurut Si Dul soal pembayaran listrik tiap bulan dirinya siap menanggung pembayaran tersebut.
Sekadar informasi, seperti yang telah diberitakan BREBESNEWS.CO, rabu (18/9) kemarin, karena terjerat kemiskinan, keluarga Tasrip asal desa Raancawuluh kecamatan Bulakamba, terpaksa menghuni gubuk sawah dengan ukuran 2 x 3 meter.

Bahan baku gubuknya juga seadanya yakni dengan papan serta atapnya dari terpal plastik yang terlihat bolong. Selain itu, keluarga Tasrip bila mandi, cuci dan buang air besar (BAB) terpaksa menggunakan air irigasi dan sumur bor petani setempat yang di buat untuk mengairi sawah saat kemarau. ( Agus Simpe/Afif.A)

Posted in: Sosial