BrebesNews.Co 10 September 2013 Read More →

Tukar Guling Tanah Bekas Bencana Longsor Di Salem Segera Terealisasi

* 18 Tim peninjau dari pusat temui Bupati Idza Priyanti SE

tanah salem

BREBESNEWS.CO -Setelah menunggu selama 13 tahun, tukar guling antara pihak warga desa Windusakti dan Gunungjaya kecamatan Salem dengan pihak Perhutani akhirnya menemui titik terang. Titik terang tersebut terlihat setelah Tim Terpadu tukar menukar kawasan hutan untuk korban bencana alam masyarakat desa Windusakti dan Gunungjaya dari Jakarta datang ke lokasi. Kedua desa tersebut terpaksa bedol desa ke lokasi tanah kawasan hutan milik Perhutani setelah dilanda bencana tanah longsor pada 23 Februari 2000 silam.

“Tim akan bekerja maksimal selama seminggu di lokasi,” ujar Ketua Tim Drs Edi Mirmanto MSc dari Pusat Penelitian Biologi, LIPI saat menghadap Bupati di ruang kerjanya, Selasa (10/9).

Edi menyadari, warga Windusakti dan Gunungjaya di kecamatan Salem meskipun telah menempati lokasi baru selama 13 tahun tetapi belum ‘jejeg’. Ibarat duduk di atas kursi belum mantap benar. Dia berjanji akan bekerja maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk dampak negatif dan positif dari kepindahan warga ke lokasi baru. Apakah benar-benar menguntungkan masyarakat atau merugikan. “Mudah-mudahan setelah kami bekerja, bisa menghasilkan keputusan yang bisa mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Usai menghadap Bupati, Tim diantar langsung oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE ke lokasi. Tim terdiri dari berbagai unsur itu berjumlah 18 orang antara lain Ir Yayat Surya MM Direktorat Pengukuhan, Penatagunaan dan Tenurial Kawasan Hutan selaku Koordinator TIM, Drs Edi Mirmanto MSc Pusat Penelitian Biologi, LIPI (Ketua TIM).

Sementara tim lainnya yakni dengan anggota TIM Purwasto Saprayogi (Asisten Deputi Urusan Keanekaragaman Hayati dan Pengendalian Kerusakan Lahan, Deputi III Kementerian Negara Lingkungan Hidup), Bambang Eko Prayitno SH MSi (Biro Hukum dan Organisasi, Setjen Kementerian Kehutanan) Eko Priyanto SIP (Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II, Setjen Kementerian Kehutanan), Arif Prabawa Widiatma SSi (Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Produksi Ditjen BUK) Pua H Dahlan (Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Ditjen BPDAS dan PS), Deny Soemarman (Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Ditjen BPDAS dan PS) dan lain-lain.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE merasa bahagia setelah dirinya mempresentasikan keadaan masyarakat desa Windusakti dan Gunungjati di Kementerian Kehutanan 27 Agustus 2013 mendapat tanggapan yang serius dari kementerian. Terbukti, Tim Terpadu telah didatangkan dari Jakarta dan mulai bekerja hari ini.

Camat Salem Sumarno SPd menjelaskan, akibat longsor 23 Februari 2000 silam telah menelan korban jiwa di desa Windusakti sebanyak 34 orang, sedang kerusakan, balai desa, Mushola dan gedung SD sebanyak 25 unit. Sementara di desa Gunung jaya sebanyak 1 orang meninggal dunia dan rumah rusak sebanyak 2 unit serta terancam longsong kampung Gunungjaya dan Moncongos. “Masyarakat kami sudah menunggu penantian yang cukup berlarut-larut,” tandasnya.(Ilmie)

Posted in: Sosial